Kisah Pasien Positif Covid-19 Jalani Puasa Ramadhan

Pasien Covid-19 bisa berpuasa asalkan dalam kondisi sehat dan disiplin menjaga asupan gizi

BERITA | NASIONAL

Selasa, 05 Mei 2020 22:51 WIB

Author

Astri Yuana Sari, Lea Citra

Kisah Pasien Positif Covid-19 Jalani Puasa Ramadhan

Ara Wiraswara menunjukkan hasil rontgen paru-paru miliknya. Foto: ANT/Nova Wahyudi

KBR, Jakarta - Ara Wiraswara (39) belum sekali pun putus puasa sejak hari pertama. Berstatus sebagai pasien positif Covid-19, tak memupus semangatnya untuk tetap beribadah di bulan Ramadhan. 

"Puasa, Insyaallah. Karena saya merasa secara fisik sudah nyaman banget. Kalau nggak puasa, saya merasa dosa," kata Ara saat berbincang dengan KBR melalui sambungan telepon.

Ara merupakan Kepala Subbag Kerja Sama Pemkot Bogor. Ia diduga terpapar virus usai lawatan ke Turki, mendampingi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto pada pertengahan Maret 2020. 

Usai dirawat sekitar tiga pekan, Ara keluar dari RSUD Kota Bogor dan menjalani isolasi mandiri di rumah sejak 10 April 2020. 

Ia yakin puasa bakal berdampak buruk pada proses penyembuhannya. Ara juga sudah diperbolehkan dokter untuk melakukan aktivitas ringan selama isolasi di rumah.

"Saya belum bertanya sih ke dokter boleh berpuasa atau nggak. Tapi bismillah saja diniatkan," ucap ASN Pemkot Bogor ini.

Ara menjalankan rutinitas ibadah Ramadhan seperti biasa. Namun, ia dan keluarganya menerapkan protokol ketat saat berinteraksi, misalnya dengan tetap memakai masker dan membatasi jarak. 

"Sesering mungkin saya cuci tangan. Misal mau ke dapur, mau menyimpan makanan, saya memastikan bahwa di area mau jalan ke arah dapur, tidak ada istri atau anak-anak saya. Makan pasti terpisah," 

Begitu pun saat melaksanakan salat berjemaah. 

"Jadi setelah sahur, biasanya subur berjemaah sama keluarga. Subuhnya berjauh-jauhan jemaahnya. Saya di kamar ini, istri sama anak-anak di kamar sebelah," 

Hingga kini, Ara belum bisa bebas bercengkerama dengan istri dan dua anaknya. Mereka berusaha mencari cara untuk tetap berkomunikasi sebagai pelepas rindu. 

"Kalau anak-anak minta mendongeng pun, bapaknya cukup mendongeng dari kamar. Anak-anak mendengarkan dari ruang tamu. Kalau pun anak-anak suka merajuk, kapan bisa memeluk bapaknya? Saya bilang peluknya jarak jauh saja,"  

Bekerja dari rumah juga tetap dilakoninya. Ia memanfaatkan komunikasi via daring untuk berkoordinasi dengan para stafnya. 

"Pekerjaan kantor sih tidak terlalu banyak. Biasanya pagi-pagi, saya sudah buka, konsultasi staf. Selebihnya, cuma memperbaiki ibadah saja. Salat Dhuha, baca Al Quran," 

Ara mengaku sehat meski masih belum sembuh total dari Covid-19. Ia rutin mengkonsumsi suplemen saat sahur dan buka untuk menjaga imunitas.

"Setelah buka puasa saya minum Vitamin C dan Zinc. Sebelum tidur saya minum madu sama jamu. Setelah sahur saya minum sari kurma. Jadi hanya memindahkan pola minum obat saja menjadi malam, tiga kali sehari," 

Saat ini, Ara tengah menunggu tes usap kelimanya. Tes terakhir masih menunjukkan bahwa ia belum terbebas dari virus. 

"Begitu dapat hasil tes masih positif, kecewa sih saat itu saja. Tapi selebihnya, ini kan bagian yang mungkin harus saya jalani. Jadi ya coba menetralisir pikiran, itu saja," pungkas Ara.

Ia berharap sudah terbebas dari Corona sebelum Lebaran tiba. Apalagi, ia juga tengah menantikan kelahiran buah hatinya yang ketiga. 

Sementara itu, Direktur Lembaga Eijkman, Amin Soebandrio menuturkan pasien Covid-19 bisa berpuasa, asalkan dalam kondisi sehat. Yang terpenting, kata dia, pasien harus disiplin menjaga kondisi tubuh.

"Misalnya keadaannya lemah, tentu tidak disarankan untuk puasa. Tapi ada beberapa yang positif, tapi relatif sehat-sehat saja. Kalau itu tidak masalah. Selama dia tetap menjaga asupan gizi, vitamin dan sebagainya," ujar Amin.  

Editor: Ninik Yuniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Stephanie: Mengubah Stigma Menjadi Empati