Mudik Gratis, Ini Penyebab 11 Rute Dihapus

"Kita mencoba dari beberapa titik keberangkatan yang memang merupakan favorit dari pemudik."

NASIONAL

Selasa, 07 Mei 2019 12:02 WIB

Author

Dwi Reinjani

Mudik Gratis, Ini Penyebab 11 Rute Dihapus

Pemudik gratis menggunakan kapal laut pada 2018. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Jasa Raharja menutup 11 rute mudik gratis. Menurut Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo, penutupan dilakukan lantaran daerah tujuan dekat dengan area keberangkatan sehingga sepi peminat. Karena itu semua armada dialihkan untuk beberapa daerah padat seperti Solo dan Wonogiri.

“Kota yang paling banyak diminati itu ya, tahun ketahun dari hasil evaluasi kita khusus Jasa Raharja itu adalah Solo dan Wonogiri, kuota yang kita berikan juga banyak. Kemudian kota mana yang tidak diminati? Kota-kota yang biasanya terdekat seperti Kuningan. Sebetulnya karena menurut mereka pemberangkatan kita lama, padahal mereka bisa tunggu satu dua hari sampai tujuan sehingga itu yang tidak kita berikan,” ujar Budi, kepada wartawan, Selasa (07/05/2019).

Kendati beberapa tute ditutup menurut Budi, peserta mudik gratis setiap tahun bertambah. Terbukti dari pembukaan pendaftaran  16 sampai 30 April, Jasa Raharja mencatat sebanyak 250.338 terdaftar sebagai peserta dengan moda transportasi laut,darat dan udara. Bahkan menurutnya masih banyak masyarakat yang berminat ikut namun tidak tertampung.

“Iya itu kita sudah mencapai target ya, banyak yang tidak masuk. Pendaftaran secara online sejak tanggal 16 April sampai 30. Sedangkan untuk verifikasi peserta itu mulai hari ini sampai tanggal 11. Ini verifikasi dengan membawa KK dan bukti-bukti pendaftaran lain, saat daftar online,” ujar Budi.

Mudik gratis tahun ini disediakan angkutan darat berupa bus berjumlah 3.897, kapal laut 138, kereta api 49 rangkaian dan pesawat sebanyak 76 armada. Keberangkatan  dari 56 kota, dengan 136 kota tujuan.

Kapal laut menjadi moda yang peminatnya naik paling signifikan dalam mudik gratis bersama BUMN tahun 2019. Dibanding tahun lalu, peminat untuk moda ini naik hingga mencapai 87,68  persen. Angka tahun ini sebanyak lebih dari 52.231 penumpang, naik dari tahun sebelumnya yakni sekitar 27.830 penumpang. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak