Kuartal I 2019, Pulau Jawa Masih Jadi Tujuan Investasi Terbesar

Sebanyak 56 persen realisasi investasi nasional mengalir khusus ke Pulau Jawa. Sedangkan 44 persen sisanya terbagi-bagi ke Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 09 Mei 2019 13:32 WIB

Author

Adi Ahdiat

Kuartal I 2019, Pulau Jawa Masih Jadi Tujuan Investasi Terbesar

Segelintir provinsi di Pulau Jawa menerima aliran investasi jauh lebih besar dari seluruh pulau-pulau besar Nusantara (Foto: Wikipedia).

Sepanjang periode 2014 – 2018, Pulau Jawa rutin menerima minimal 50 persen dari seluruh realisasi investasi nasional. Tak terkecuali di tahun ini.

Menurut laporan terakhir dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dalam kuartal I 2019 (Januari – Maret) total realisasi investasi nasional sudah mencapai Rp195,1 triliun.

Dari jumlah tersebut, Rp109,3 triliun atau 56 persennya mengalir hanya ke Pulau Jawa,

Sedangkan Rp85,8 triliun atau 44 persen sisanya terbagi-bagi ke Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.


Jawa Barat Tujuan Investasi Terbesar

Sebagaimana dilaporkan BKPM, lima wilayah tujuan investasi terbesar di kuartal I 2019 adalah:

  1. Provinsi Jawa Barat (Rp37,3 triliun)
  2. Provinsi DKI Jakarta (Rp24,7 triliun)
  3. Provinsi Jawa Tengah (Rp21,4 triliun)
  4. Provinsi Jawa Timur (Rp12,6 triliun)
  5. Provinsi Banten (Rp12,5 triliun).

Provinsi Jawa Barat menerima realisasi investasi lebih banyak daripada seluruh Pulau Sumatera yang hanya menerima Rp35,7 triliun.

Provinsi Jawa Barat juga menerima aliran modal jauh lebih besar dibandingkan seluruh Pulau Kalimantan (Rp21,4 triliun), Pulau Sulawesi (Rp14 triliun), Maluku dan Papua (Rp9,5 triliun), serta Bali dan Nusa Tenggara (Rp5,2 triliun).


Tren Investasi di Luar Jawa Sudah Membaik

Meski pulau-pulau besar Nusantara masih "sepi" investor, Kepala BKPM, Thomas Lembong, menyebut tren investasi di luar Jawa sesungguhnya sudah menunjukkan perbaikan dibanding tahun lalu.

Dalam rilisan resmi BKPM, Thomas Lembong menyebut, “Pencapaian (luar Jawa) ini disumbangkan oleh kegiatan investasi di Indonesia Timur, khususnya dalam pengolahan produk pertambangan yang secara substansial berkontribusi pada ekspor,” ujarnya (30/4/2019).

Thomas juga menyebut, pariwisata Indonesia Timur ikut memberi sumbangsih dalam menarik investor.

“Khususnya untuk wisata bahari dan juga untuk wisata minat khusus yang dapat melakukan diversifikasi tujuan wisata Indonesia,” tambahnya.


Negara Investor dan Sektor Teratas

BKPM menyebut negara investor terbesar sepanjang kuartal I 2019 adalah Singapura, Cina, Jepang, Malaysia dan Hong Kong.

Sedangkan sektor investasi teratasnya adalah:

  1. Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp37,3 triliun)
  2. Listrik, Gas, dan Air Bersih (Rp33,2 triliun)
  3. Konstruksi (Rp 19,5 triliun)
  4. Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran Bangunan (Rp18,8 triliun)
  5. Pertambangan (Rp15,1 triliun)

(Sumber: www.bkpm.go.id)

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.