Bagikan:

Menko Darmin Optimistis Inflasi 2016 di Bawah 4 Persen

Hal ini merujuk pada deflasi April 2016 sebesar 0,45 Persen

BERITA | NASIONAL

Senin, 02 Mei 2016 17:08 WIB

Author

Dian Kurniati

Menko Darmin Optimistis Inflasi 2016 di Bawah 4 Persen

Pemerintah terus berupaya menekan penyebab inflasi, misalnya bawang merah. dari Rp 40 hingga 46 ribu menjadi Rp 25 ribu. Foto: Antara

KBR, Jakarta– Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution optimistis inflasi 2016 bisa ditekan hingga di bawah 4 persen. Pasalnya, indeks harga konsumen (IHK) bulan April 2016  mengalami deflasi sebesar 0,45 persen. Kata dia, ini merupakan deflasi terbesar sejak 2000. 


Darmin menambahkan IHK saat ini sudah memasuki jalur yang direncanakan pemerintah, yakni inflasi 4 plus minus 1 persen.


“Kita mulai masuk ke track yang diharapkan, bahwa year on year-nya bergerak di antara 3 dan 4 persen. Ya 3,6 sekarang inflasinya. Kalau Inflasi inti lebih rendah lagi, 3,4 berapa persen,” kata Darmin di kantornya, Senin (02/15/16).


Pemerintah, kata Darmin, akan terus berupaya menekan penyebab inflasi, misalnya bawang merah. Saat ini pemerintah tengah berusaha menurunkan harga bawang merah dari yang sekarang berkisar Rp 40 hingga 46 ribu menjadi Rp 25 ribu.


Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis indeks harga konsumen (IHK) bulan April 2016. IHK mengalami deflasi sebesar 0,45 persen.  Kepala BPS Suryamin mengatakan, deflasi bulan April 2016 terbesar sejak tahun 2000 dan hanya kalah dari tahun 1999. 


Deflasi yang tinggi ini menurut Suryamin menunjukkan perkembangan harga komoditas bahan pokok yang terkendali. 


Data BPS bulan ini juga menyebutkan, ada empat komoditas yang menyumbang inflasi paling besar, yakni bawang merah, tomat sayur, tomat buah, dan bawang putih. Adapun mendorong deflasi meliputi penurunan harga bahan bakar minyak, cabai merah, beras, ikan segar, tarif dasar listrik, daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, telur, tarif angkutan dalam kota, dan tarif angkutan udara.


Editor: Malika

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?