Juli, Analisis Trans Pasific Partnership Rampung

Juli paling tidak, kita akan tahu akan bergabung atau tidak.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 31 Mei 2016 16:55 WIB

Author

Dian Kurniati

Juli, Analisis Trans Pasific Partnership Rampung

Ilustrasi- Pekerja menjemur kain pantai setelah dilakukan pewarnaan di kawasan industri rumahan, Krajan, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, (23/11). Foto: Antara

KBR, Jakarta- Kementerian Perdagangan menargetkan analisis mengenai perjanjian perdagangan bebas Asia-Pasific atau Trans Pacific Partnership (TPP) rampung Juli mendatang. Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan, analisis itu mengukur untung-rugi apabila Indonesia bergabung dalam perjanjian itu. 

"Kita masih dilakukan pengkajian. Kita lihat dari dua sisi, yakni sisi ekonomi dan sisi legalnya."kata Tjahya di kantor Kementerian Koperasi dan UMKM, Selasa (31/05/16).

Dia melanjutkan analisis untu memutuskan untuk bergabung dalam perjanjian kerjasama perdagangan bebas Asia Pasific akan dirampungkan segera.  "Juli paling tidak, kita akan tahu akan bergabung atau tidak. Kan ini namanya analisis ya, jadi kalau gabung begini, kalau tidak bergabung begini, analisisnya," 

Tjahya mengatakan, kementerian perdagangan masih membahas rencana perjanjian itu di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian. Kata dia, apabila analisis itu rampung, drafnya akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo sebagai bahan pertimbangan.

Saat ini, pemerintah tengah menjajaki kemungkinan Indonesia bergabung dalam beberapa perjanjian perdagangan, misalnya TPP, perdagangan bebas dengan Uni Eropa atau European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA), dan perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Australia. Keuntungan dari perjanjian itu misalnya peluang mendorong ekspor Indonesia ke negara-negara yang turut serta menjadi anggota dalam perjanjian tersebut. 



Editor: Malika



Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Presiden Didesak Keluarkan Perppu untuk Batalkan UU KPK

Cek Fakta Top 5 Hoax of The Week 14-20 September 2019

Bangun Sinergi Selamatkan Badak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak