Jokowi: Tindak Tegas Siapapun yang Bangkitkan Komunisme

Kapolri Badrodin Haiti mengatakan, Presiden juga menginstruksikan untuk memeriksa masyarakat yang menggunakan atribut atau menjalankan aktivitas yang menunjukkan identitas PKI.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 10 Mei 2016 19:44 WIB

Author

Ade Irmansyah

Jokowi: Tindak Tegas Siapapun yang Bangkitkan Komunisme

Kapolri Badrodin Haiti Foto:KBR/Wydia Angga

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menginstruksikan Kepolisian Indonesia untuk menindak tegas siapa pun yang mencoba membangkitkan kembali paham komunis. Kapolri Badrodin Haiti mengatakan, Presiden juga menginstruksikan untuk memeriksa masyarakat yang menggunakan atribut atau menjalankan aktivitas yang menunjukkan identitas Partai Komunis Indonesia (PKI). 

"Tadi siang dengan Jaksa Agung, Badan Intelejen Negara BIN dan KASAD membahas dan menyikapi maraknya aktivitas serta atribut yang menunjukkan identitas PKI atau pun Komunisme. Beliau sudah memberi arahan jelas," ujarnya kepada wartawan setelah melakukan Sidang Paripurna Kabinet Kerja di Istana Negara, Selasa (10/5/2016).

Kata dia, negara melarang ideologi komunis di Indonesia sesuai TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1996 soal pembubaran PKI, komunisme, ajaran, dan mereka yang mengembangkan ajaran komunisme, leninisme, dan marxisme. Selain itu kata dia, ada juga Undang-undang Nomor 27 tahun 1999 tentang Keamanan Negara.

"Sekarang banyak kasus palu arit dan ada jual dan merchandise yang dijual seperti itu. Kegiatan-kegiatan seperti itu yang menduga komunisme bangkit kembali. Gunakan pendekatan hukum. Tap MPRS nomor 25  tahun 1966 masih berlaku sampai sekarang tentang pembubaran PKI dan larangan terhadap komunisme dan larangan penyebaran komunisme, leninisme dan marxisme," ujarnya.

Dia mengaku sudah menginstruksikan hal tersebut keseluruh jajarannya diseluruh Indonesia terkait instruksi presiden tersebut.

"Bisa lakukan langkah hukum, untuk yang diduga menyebarkan, apakah bentuknya atribut, kaos, simbol, dan film yg mengajarkan komunisme. Tadi sudah jelas diperintahkan aparat hukum yang berkaitan dengan penegakan hukum ini. Akan dibantu TNI juga," ujarnya. 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ragam Bisnis Sustainable Fashion

Kabar Baru Jam 8

Akses Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas termasuk Orang dengan Kusta

Menyoal Kriteria Pemberian Vaksin Booster Covid-19