BPS : Triwulan I 2016, Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

"Start ekonomi di 2016 lebih baik dibandingkan start di 2015," kata Ketua BPS Suryamin.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 04 Mei 2016 14:28 WIB

Author

Ninik Yuniati

BPS : Triwulan I 2016, Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

Ilustrasi. (Foto: www.kemenkeu.go.id)

KBR, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan I 2016 tumbuh 4,92 persen.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, angka ini meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year) yang mencapai 4,73 persen.

Suryamin mengatakan kontribusi pertumbuhan ekonomi ini salah satunya didapat dari peningkatan realisasi belanja negara dalam APBN (sebesar 6,16 persen).

"Artinya, start di 2016 lebih baik dibandingkan start di 2015. Triwulan 1 biasanya kegiatan-kegiatan ekonomi apalagi didukung APBN dan juga kegiatan-kegiatan sektoral biasanya baru mulai," kata Suryamin di kantor BPS, Rabu (4/5/2016).

Suryamin menambahkan, dari sisi produksi seluruh lapangan usaha juga menunjukkan kenaikan pertumbuhan. Kecuali sektor pertambangan dan penggalian yang terganggu rendahnya harga batu bara di pasar internasional serta kebijakan pembangunan smelter (pabrik pengolahan dan pemurnian bijih tambang).

Pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi yang tumbuh 9,10 persen. Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai konsumsi rumah tangga lembaga nonprofit yang tumbuh 6,38 persen.

"Konsumsi lembaga nonprofit, rumah tangga juga meningkat, karena adanya rapat-rapat mukernas, rakernas serta kongres berbagai parpol dan ormas. Kemudian juga pengeluaran konsumsi pemerintah meningkat karena tingginya kenaikan realiasasi belanja barang," papar Suryamin.

Menurut Suryamin, kontribusi pertumbuhan ekonomi masih didominiasi Pulau Jawa (58,91 persen) dan Sumatera (22,15 persen).  

Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global yang masih melambat. Ini ditunjukkan dari pertumbuhan ekonomi di tiga negara yakni Tiongkok, Amerika Serikat dan Singapura.

"Tiongkok melambat dari 6,8 persen menjadi 6,7 persen. AS tumbuh 2 persen, masih stagnan sama dengan sebelumnya, Sngapura, juga stagnan 1,8 persen" ujar dia.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20

Pemerintah akan Evaluasi Peningkatan Serapan Anggaran

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18