Agus Widjojo Bantah Simposium Tragedi 65 yang Digelarnya Tak Imbang

Sebelumnya ketua panitia pelaksana simposium tandingan tragedi 65, Kiki Syahnakri menuding simposium yang digelar Agus tak berimbang

BERITA , NASIONAL

Senin, 30 Mei 2016 19:11 WIB

Author

Ika Manan, Dimas Rizky

Agus Widjojo Bantah Simposium Tragedi 65 yang Digelarnya Tak Imbang

Ketua panitia pengarah simposium tragedi 65, Agus Widjojo. (Foto: kemlu.go.id)

KBR, Jakarta- Ketua panitia pengarah simposium, Agus Widjojo menampik tudingan acara simposium tragedi 65 yang digelar  April lalu, tak berimbang. Tudingan itu sebelumnya dilontarkan ketua panitia pelaksana simposium tandingan, Kiki Syahnakri. 

Agus mengklaim  sudah mengundang kelompok Kiki untuk datang sebagai salah satu pengisi pemateri. 

"Mereka kami undang untuk mengisi perspektif anti komunis sejak pemberontakan PKI tahun 1948. Justru simposium Aryaduta (simposium pertama atau simposium tragedi  65, red) adalah untuk mengisi keseimbangan tragedi 65 dengan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh PKI sejak tahun 1945 hingga pembunuhan Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya pada tanggal 1 Oktober 1965," ujarnya saat berbincang melalui pesan singkat dengan KBR, Senin (05/30).

Kiki Syahnakri juga menyebut TOR simposium yang digelar Agus Widjojo, sudah berisikan sejumlah rekomendasi seperti penuntasan hukum secara yudisial, minta maaf dan sebagainya. 

Soal hal itu, Agus Widjojo kembali menampiknya. "Justru dari sejak awal simposium Aryaduta menggunakan perspektif rekonsiliasi. Kata yudisial tidak pernah digunakan oleh simposium Aryaduta," ujarnya lagi. "Anda bisa check slides presentasi dan semua pernyataan saya atau panitia kapan pun," tukasnya lagi.

Terakhir, Agus menyatakan, adanya gelaran simposiun nasional tandingan yang digagas kelompok Kiki Syahnakri ini, menunjukkan masih adanya pro kontra atas peristiwa 65. "Kalau memang kita hendak terus mengusahakan rekonsiliasi, kita tidak bisa mengabaikan kondisi masyarakat Indonesia yang masih terbelah ini," tutupnya.

Dalam simposium tragedi 65 yang digelar 18-19 April lalu, panitia tak hanya menghadirkan korban atau penyintas. Panitia bahkan mengundang pensiunan jenderal TNI  Sintong Panjaitan sebagai salah satu pemateri. Selain itu ada hadir juga Sulastomo, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada 1965, dan Sastrawan Taufik Ismail  dalam acara tersebut.   Mereka adalah saksi dan pelaku sejarah 65 yang dikenal anti-PKI.

Baca juga:

Simposium Tandingan, Korban 65: Keputusan Ditangan Jokowi

Luhut: Kami Tunggu Hasil Simposium Tandingan Tragedi 65

Simposium Tandingan Tragedi 65 Minta Rekomendasinya Diserahkan pada Presiden 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Didesak Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan