Bagikan:

Faisal : Perusahaan Pengaudit Petral Miliki Reputasi Dunia

Perusahaan ini sebelumnya yang melakukan audit dan penelusuran harta presiden Filipina, Ferdinand Marcos.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 26 Mei 2015 21:58 WIB

Author

Yudi Rachman

Faisal Basri/ Foto: Antara

Faisal Basri

KBR, Jakarta- Bekas Tim Reformasi Tata Kelola Migas menyebut perusahaan yang akan mengaudit forensik dan audit investigasi terhadap Petral adalah perusahaan yang melakukan audit dan penelusuran harta presiden Filipina, Ferdinand Marcos. Menurut bekas Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri, perusahaan yang akan dipakai pemerintah itu memiliki reputasi tinggi dan akurat dalam penelusuran audit perusahaan.

"Sudirman Said sudah jadi ancaman banyak orang, ancaman apa? Kalau ini jadi ya, audit forensik dan audit investigasi ya kena semua. Tinggal kita mau batasin atau tidak.Yang setahun terakhir atau mau lima tahun terakhir, pasti kena semua. Makanya semua kepanasan, ngomong semua. Ini tidak main-main. Kalau jadi, saya dengar nih itu yang akan mengaudit forensik Petral ada adalah Krall yang mengaudit dan menelisik harta-harta Marcos," jelas Bekas Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri di Kantor Indef, Jakarta, Selasa (26/5/2015).

Bekas Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri juga meminta pemerintah khususnya Menteri ESDM Sudirman Said untuk berhati-hati karena akan banyak upaya penjegalan dalam proses pembubaran Petral.

Sebelumnya, Pemerintah berencana akan melakukan audit terhadap Petral dan anak perusahaannya. Audit itu dilakukan sebagai langkah awal untuk membubarkan perusahaan yang dinilai merugikan negara di sektor migas. 

Editor: Malika

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Genjot Investasi untuk Ancaman Resesi

Most Popular / Trending