BPOM Enggan Beberkan Hasil Uji Beras Plastik

Roy meminta masyarakat menunggu pengumuman hasil penyidikan yang dilakukan kepolisian.

BERITA | NASIONAL

Senin, 25 Mei 2015 15:18 WIB

Author

Malika

Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Pemerintah Kota Bekasi, TNI dan Kepolisian meninjau sal

Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Pemerintah Kota Bekasi, TNI dan Kepolisian meninjau salah satu agen beras di Pasar Tanah Merah Mutiara Gading Timur, Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Sela

KBR, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan tak bisa membeberkan hasil uji laboratorium beras yang diduga mengandung plastik. Kepala BPOM Roy Sparingga mengatakan, ini lantaran pihaknya hanya meneliti beras sampel yang diberikan Polri. Sehingga hasil uji kandungan yang sudah selesai pada Jumat malam lalu diserahkan untuk kepentingan penyidikan kasus beras plastik.

“Jadi hasilnya tentu kami serahkan kepada Polri. Ini karena sampel penyidikan, tentu polri yang berhak untuk ini ditindaklanjuti. Ya tentu tidak bisa kami sampaikan (hasilnya),” kata Roy di Istana Negara, Senin (25/5/2015).

Roy meminta masyarakat menunggu pengumuman hasil penyidikan yang dilakukan kepolisian. Dirinya juga tak mau berkomentar bahwa BUMN PT Sucofindo sudah bisa lebih cepat mengumumkan hasil uji laboratorium terhadap beras itu.

Sebelumnya pada Kamis lalu Sucofindo merilis bahwa sampel beras yang diambil dari Pasar Mutiara Gading Bekasi, Jawa Barat mengandung bahan baku plastik. Hasil ini didapat berdasarkan sampel yang dikirim oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi.

Editor: Malika 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Inisiatif Daur Pangan di Masa Pandemi

Mama 'AW': Menerobos Semak Berduri

Kabar Baru Jam 8

Waspada Peningkatan Kekerasan terhadap Perempuan di Dunia Siber