Bagikan:

1,5 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Berpotensi Kedaluwarsa Bulan Ini

Sebagian besar vaksin COVID-19 diterima Indonesia dari hibah aliansi GAVI, yaitu aliansi sejumlah negara yang menyediakan vaksin gratis untuk negara tertentu.

NASIONAL

Rabu, 06 Apr 2022 18:47 WIB

Author

Muthia Kusuma

vaksin COVID-19

Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 pada anak di Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu (6/4/2022). (Foto: ANTARA/Siswowidodo)

KBR, Jakarta - PT Bio Farma mencatat ada lebih dari 1,5 juta dosis vaksin COVID-19 yang akan kedaluwarsa pada bulan ini.

Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir mengatakan berdasarkan data akhir Maret 2022, terdapat lebih dari 19 juta dosis yang sudah kedaluwarsa.

Vaksin itu sebagian besar bersumber dari hibah aliansi GAVI, yaitu aliansi sejumlah negara yang menyediakan vaksin gratis untuk negara tertentu.

"Kalau kita lihat dari status bulan April, akan ada potensi sebesar 1,53 juta dosis berpotensi expired di bulan April 2022. Berbicara tentang kualitas vaksin tersebut, ada empat aspek sebenarnya yang kita lihat ataupun kita lakukan tes, untuk memastikan bahwa vaksin yang COVID-19 itu berkualitas sesuai standar-standar yang telah ditetapkan. Mulai dari uji kualitas, uji keamanan, uji khasiat dan uji stabilitas," kata Honesti saat rapat Panitia Kerja (Panja) Vaksin COVID-19 di Gedung DPR, Rabu, (6/4/2022).

Baca juga:


Honesti Basyir merinci, vaksin yang akan memasuki masa kedaluwarsa tersebut adalah AstraZeneca lebih dari 1 juta dosis dan Moderna sebanyak 436 ribu dosis.

Total vaksin COVID-19 yang sudah diterima Indonesia sebanyak 430-an juta dosis.

Vaksin yang sudah didistribusikan ke seluruh tanah air sebanyak 360-an juta dosis. Karena itu, stok yang masih tersedia di Bio Farma sejumlah 73,25 juta dosis vaksin.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga 6 April 2022 pukul 12.00 WIB, target sasaran vaksinasi secara nasional sebanyak 208,265,720 orang.

Dari jumlah itu, capaian untuk vaksinasi dosis pertama sebanyak 197,107,907 dosis (94,64 persen). Capaian dosis kedua sebanyak 160,741,389 dosis (77,18 persen). Sedangkan untuk dosis penguat atau vaksinasi booster sebanyak 25,296,816 (12,15 persen).

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih