Sejumlah Skenario Pengangkatan KRI Nanggala-402

"Dia dirusak sekalian, tapi dia bisa keangkat sebagian besar."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 28 Apr 2021 11:15 WIB

Author

Siti Sadida Hafsyah, Wahyu Setiawan

Sejumlah Skenario Pengangkatan KRI Nanggala-402

Penampakan bagian badan kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali, Rabu (21/4/2021). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) menyiapkan sejumlah skenario pengangkatan bangkai KRI Nanggala-402 di perairan utara Bali.

Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muda TNI Muhammad Ali menyebut setidaknya ada tiga skenario yang dibuat untuk mendukung evakuasi kapal selam yang karam tersebut.

"Mengangkatnya ada yang mengangkat menusuk kemudian mengait sehingga mengangkat secara perlahan. Ada yang menggunakan balon udara. Ada yang menggunakan selang yang kemudian dihubungkan tangki pemberat pokok (TPP) yang kemudian diembuskan ke dalamnya. Sehingga air itu terbuang dan itu semua tergantung kondisi kapal di bawah laut, kalau sudah hancur agak sedikit sulit mungkin untuk mengangkat," jelas Ali dalam konferensi pers Selasa, (27/04/21).

Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muda TNI Muhammad Ali menilai skenario menggunakan selang akan sulit dilakukan. Skenario lainnya yaitu mengikuti evakuasi pada kapal selam Kursk milik Rusia yang tenggelam pada 12 Agustus 2020, dan baru berhasil diangkat ke Laut Barents setahun kemudian.

Pengangkatan dilakukan dengan memotong menjadi bagian lebih kecil, agar lebih mudah diangkat secara satu per satu dengan alat pengait.

"Dia dirusak sekalian, tapi dia bisa keangkat sebagian besar," ucapnya.

Ali menjelaskan upaya pengangkatan kapal menyesuaikan tingkat kesulitan. Menurut catatannya, tubuh KRI Nanggala-402 tenggelam di kedalaman yang sangat dalam yaitu 838 meter di bawah permukaan laut.

"Nah semua rencana ini kita masih diskusikan bagaimana cara mengangkat, karena kedalamannya tidak dangkal ini. Lebih dalam dari kejadian kapal Selam Argentina ARA San Juan (yang tenggelam 800 meter), ini (KRI Nanggala) 838 meter itu evakuasinya," imbuhnya.

Kapal selam KRI Nanggala hilang kontak di perairan Bali ketika melakukan kegiatan penembakan torpedo, Rabu (21/4/2021). Kapal ini membawa 53 kru di dalamnya. Setelah beberapa hari pencarian, kapal nahas ini kemudian ditemukan di kedalaman sekira 838-850 meter di bawah permukaan laut. Panglima TNI Hadi Tjahjanto menyatakan seluruh awak kapal gugur dalam insiden itu.

Penghargaan untuk Seluruh Awak KRI Nanggala-402

Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan terhadap seluruh awak KRI Nanggala-402 yang meninggal saat bertugas. Jokowi mengatakan seluruh awak KRI Nanggala merupakan putra terbaik bangsa dan patriot terbaik penjaga kedaulatan negara.

"Negara akan memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi serta Bintang Jasa Jalasena atas dedikasi pengabdian serta pengorbanan prajurit-prajurit terbaik tersebut," kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara, Senin (26/4/2021).

Presiden Joko Widodo menambahkan pemerintah juga akan menjamin pendidikan putra-putri dari keluarga awak KRI Nanggala-402. Pendidikan mereka akan dijamin negara hingga jenjang sarjana.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan apresiasi terhadap TNI, Polri, Basarnas, dan seluruh unsur yang terlibat operasi pencarian dan evakuasi KRI Nanggala-402.

KRI Nanggala 402 menjadi bagian dari alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia sejak 1981. Kapal ini diproduksi oleh Howaldtswerke, Kiel, Jerman pada 1979. Nama Nanggala diambil dari nama senjata dalam tokoh pewayangan.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10