Cakupan Imunisasi Anak Turun Selama Pandemi, IDAI: Jangan Sampai Terjadi KLB!

"Selama vaksin Covid belum ada untuk anak, lengkapi imunisasi yang ada sekarang. Jangan takut ke Puskesmas atau ke dokter rumah sakit. Asal pakai masker, jaga jarak, insyaallah akan terlindung."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 29 Apr 2021 23:04 WIB

Author

Astri Yuanasari

Cakupan Imunisasi Anak Turun Selama Pandemi, IDAI: Jangan Sampai Terjadi KLB!

Petugas kesehatan menimbang berat badan bayi di Posyandu, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (24/3/2021). (Foto: ANTARA/Feny Selly)

KBR, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) prihatin dengan menurunnya cakupan imunisasi pada anak selama pandemi COVID-19.

Sekretaris Satgas Imunisasi dari IDAI Soedjatmiko mengatakan, kondisi ini amat mengkhawatirkan mengingat penurunan cakupan imunisasi pada beberapa penyakit tertentu dapat menimbulkan outbreak atau kejadian luar biasa (KLB).

Ia mengingatkan para orang tua agar melengkapi imunisasi dasar untuk anak-anaknya.

"Segera lengkapi imunisasi bayi, balita, prasekolah, anak sekolah. Kalau imunisasinya lengkap, nanti terpaksa harus ikut sekolah tatap muka, insyaallah aman. Tetapi kalau imunisasinya belum lengkap, sekolah tatap muka dibuka, hati-hati tertular. Anak sendiri bisa kena, anaknya sendiri bisa membawa kuman pulang ke rumah menularkan kakaknya atau adiknya. Itu akan heboh. Bisa kena Covid, juga bisa kena penyakit lain," kata Soedjatmiko dalam talkshow di kanal YouTube Kemenkes, Kamis (29/4/2021).

Soedjatmiko menambahkan, rendahnya cakupan imunisasi disebabkan orang tua takut tertular virus corona jika berada di fasilitas kesehatan.

Ada juga orang tua yang tidak tahu bahaya penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Alasan lainnya, karena ketidaktahuan orang tua pada jadwal imunisasi, serta informasi-informasi yang tidak benar terkait imunisasi.

Soedjatmiko menekankan, orang tua harus diedukasi untuk segera melengkapi imunisasi anaknya. Meski di masa pandemi, imunisasi dasar untuk anak harus tetap dilaksanakan.

"Jadi sekali lagi, selama vaksin Covid belum ada untuk anak, lengkapi imunisasi yang ada sekarang. Jangan takut ke Puskesmas atau ke dokter rumah sakit. Asal pakai masker, jaga jarak, insyaallah akan terlindung dari penyakit yang berbahaya," pungkasnya.

Pada 2020, cakupan imunisasi dasar lengkap pada bulan ketiga dan bulan keempat itu rendah. Data dari Surveilans di Kementerian Kesehatan menujukkan data bulan imunisasi anak sekolah tahun 2020 saat itu, cakupan campak hanya mencapai 45 persen, Diphteria Tetanus (DT) 40 persen, dan Tetanus Diphteria (TD) juga 40 persen.

Kemenkes terus mengupayakan cakupan imunisasi pada anak harus tinggi dan akhirnya mencapai 80 persen kecuali imunisasi DT, MR2, dan HPV.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10