Antisipasi Covid-19, Kemenkum HAM Bebaskan 3.000 Tahanan Anak

Dan per jam 11 tadi sudah sekitar 3.000 narapidana anak seluruh Indonesia, yang sudah dibebaskan melalui mekanisme tadi dan dikeluarkan oleh mekanisme asimilasi rumah

BERITA | NASIONAL

Rabu, 01 Apr 2020 19:21 WIB

Author

Dwi Reinjani

Antisipasi Covid-19, Kemenkum HAM Bebaskan 3.000 Tahanan Anak

Ilustrasi rumah tahanan. (Foto: Antara)

KBR,Jakarta- Direktorat Jendral Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM telah membebaskan 3000an tahanan anak di seluruh Indonesia.

Menurut juru bicara Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM, Rika Apriyanti, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kurangnya daya tampung lembaga permasyarakatan dan pencegahan penyebaran COVID-19.

“Kan langkah-langkah sudah kita laksanakan dan yang terbaru ini adalah percepatan pembebasan narapidana dan anak. Melalui grasi program, pengeluaran melalui asimilasi dan melalui Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB) dan Cuti menjelang Bebas (CMB) dan ini sudah berjalan dari kemarin. Dan per jam 11 tadi sudah sekitar 3.000 narapidana anak seluruh Indonesia, yang sudah dibebaskan melalui mekanisme tadi dan dikeluarkan oleh mekanisme asimilasi, asimilasi rumah ya,” ujar Rika, saat dihubungi KBR, Rabu (01/04/2020).

Rika menjelaskan, pembebasan itu masih dalam pemantauan petugas Lapas selama kurun waktu tertentu. Sehingga, tingkah laku bekas tahanan anak ini masih akan terus dipantau.

Selain membebaskan tahanan anak, Rika menambahkan, Ditjen Permasyarakatan juga telah membebaskan puluhan ribu tahanan lain di seluruh Indonesia. 

"Jika diakumulasikan hampir 30 ribu tahanan dan tahanan anak dibebaskan. Hal itu dilakukan dengan adanya kebijakan Menteri Hukum dan HAM, Yassona Laoly yang membebaskan para napi melalui keputusn menteri nomot M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020.4.1," jelasnya.

Selain untuk mencegah penyebaran COVID-19 dan ketersediaan lapas, pembebasan narapidana ini dilakukan agar anggaran keperluan Lapas juga tidak semakin membengkak.

Sebelumnya Pelaksana tugas Ditjen Pas, Nugroho mengatakan pembebasan narapidana dan tahanan anak ini dapat menghemat pengeluaran yang mencapai miliaran Rupiah.

Ditambahkannya, puluhan ribu tahanan tersebut adalah tahanan yang sudah diusulkan asimilasi rumah serta mendapat hak integrasi berupa Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.

"Khusus masa tahanan pidana yang jatuh pada 1 April hingga 31 Desember 2020," tambah Nugroho.

Editor: Kurniati Syahdan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Inggris Perpendek Masa Karantina Turis Asing

Menggunakan Sains Data untuk Atasi Kemacetan di Jakarta

Arab Saudi Akan Gratiskan Vaksin Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Polemik TNI 'cawe-cawe' Copoti Baliho Rizieq Shihab