Bagikan:

Soal Penyanderaan, Indonesia Jajaki Patroli Bersama Dengan Malaysia Dan Filipina

Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, hal itu dilakukan untuk mencegah terulangnya kembali peristiwa penyanderaan di laut perbatasan Malaysia dan Filipina.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 17 Apr 2016 19:20 WIB

Soal Penyanderaan, Indonesia Jajaki Patroli Bersama Dengan Malaysia Dan Filipina

Armada TNI AL KRI Teluk Lampung bersandar di Dermaga TNI AL Mamburungan, Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (31/3). Antara Foto

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo bakal menjajaki patroli bersama di rute dagang laut dengan Malaysia dan Filipina. Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, hal itu dilakukan untuk mencegah terulangnya kembali peristiwa penyanderaan di laut perbatasan Malaysia dan Filipina.

"Presiden baru minta untuk menjajaki patroli bersama dengan Malaysia Filipina, karena itu daerah rute dagang kita, untuk pengamanan bersama," ujarnya kepada wartawan di Bandara Halim Perdana Kusuma.

Kata dia, Presiden juga sudah menginstruksikan kepada TNI dan Kementerian Luar Negeri untuk menjalin kerjasama dengan negara-negara tetangga di wilayah perairan laut. Salah satu bentuknya, kata dia, yaitu operasi militer bersama. Meski demikian, hal tersebut masih menjadi kendala di Filipina karena harus ada persetujuan parlemen.  "Konstitusi Filipina tidak memungkinkan untuk itu (operasi gabungan militer), harus ada izin parlemen," imbuhnya.

Luhut menambahkan, terkait penyanderaan WNI, pihak perusahaan menurutnya sudah berangkat ke lokasi untuk melakukan negosiasi. Dia memperkirakan penculikan 14 WNI di Filipina seperti kasus di Somalia yang tidak ada aspek politik.

"Kita sedang identifikasi kelompok-kelompoknya, tapi (perkiraan) sementara kok aspek ekonominya yang menonjol di situ," tegasnya.

Sebelumnya, 4 Orang WNI kembali menjadi korban perompakan di perairan Filipina dan Malaysia. Dalam peristiwa pembajakan itu, satu orang ABK tertembak, lima orang selamat dan empat orang lainnya diculik. Satu ABK yang tertembak sudah diselamatkan oleh Polisi Maritim Malaysia ke wilayah Malaysia guna mendapatkan perawatan.

Berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh Kemlu RI, meskipun mengalami luka tembak, ABK asal Indonesia tersebut dalam kondisi stabil. Sementara, lima ABK lain yang selamat bersama kedua kapal dibawa oleh Polisi Maritim Malaysia ke Pelabuhan Lahat Datu, Malaysia.


Editor: Sasmito Madrim

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kiprah dan Harapan Satu Abad NU

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending