Menkumham Bantah Perlakukan Baasyir Tak Manusiawi

"Itu ga benar. Provokasi aja itu. Aku tempatkan seorang pendampingnya di situ. Baru kemarin keluar satu, tapi kita tempatkan lagi di situ.

BERITA | NASIONAL

Senin, 11 Apr 2016 19:04 WIB

Author

Ria Apriyani

Menkumham Bantah Perlakukan Baasyir Tak Manusiawi

Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir saat menjalani sidang PK di Pengadilan Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: KBR/M. Ridlo)

KBR, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly membantah terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir diperlakukan tidak manusiawi di penjara. Ia mengklaim,  penjara justru memberikan seorang pendamping khusus untuk menjaga Ba'asyir.

"Itu ga benar. Provokasi aja itu. Aku tempatkan seorang pendampingnya di situ. Baru kemarin keluar satu, tapi kita tempatkan lagi di situ. Karena sudah uzur kan. Memang kita isolasi. Kita tempatkan di lapas maksimum security. Tapi karena sudah uzur kita tempatkan dekat klinik," kata Yasonna usai rapat kerja dengan Komisi Hukum DPR RI, Senin (11/4).

Sebelumnya pengacara Abu Bakar Ba'Asyir mengirimkan surat protes ke Presiden Joko Widodo. Menurutnya, perlakuan penjara terhadap kliennya telah melanggar hak asasi manusia. Menurut Achmad Michdan pengacaranya, Ba'asyir yang ditempatkan di blok isolasi Penjara Pasir Putih Nusakambangan tidak boleh keluar sel sama sekali. 
 

Asisten Abu Bakar Baasyir, Hasyim Abdullah mengatakan kesehatan Baasyir menurun lantaran ditempatkan di sel isolasi khusus Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pasir Putih, Pulau Nusakambangan. Terpidana teroris itu langsung ditempatkan di sel isolasi sejak sidang PK terakhir di Pengadilan Negeri Cilacap, 9 Februari lalu.

“Dia tidak mendapat sinar matahari dan mendapat udara yang segar. Memang sejak sidang PK yang lalu, langsung ditempatkan di sel baru, sel khusus LP Pasir Putih,” kata Asisten Abu Bakar Baasyir, Hasyim Abdullah  saat dihubungi KBR, Selasa (04/05).

Saat bertemu dengan penjenguk sekalipun, Abu Bakar tetap tidak langsung berada di satu ruangan. Baasyir ditempatkan di ruangan terpisah yang dibatasi sekat. Pihak keluarga memprotes tindakan Lapas yang menurut mereka melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17