Bagikan:

Tak Ingin Startup RI Dikuasai Asing, Menteri Erick Lakukan Intervensi

"Founder-nya harus orang Indonesia karena sekarang banyak startup-startup di belakangnya foundernya orang asing. Orang Indonesia cuma ditempel. Kita enggak mau, founder-nya harus orang Indonesia."

NASIONAL

Jumat, 18 Mar 2022 16:32 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Menteri BUMN saat peluncuran PMO Kopi Nusantara di Lampung. Minggu, (30/1/22). (Foto: Dhe

Ilustrasi: Menteri BUMN saat peluncuran PMO Kopi Nusantara di Lampung. Minggu, (30/1/22). (Foto: Dhemas Revianto)

KBR, Jakarta— Kementerian Badan Usaha Milik Negara akan mengintervensi pengembangan startup atau perusahaan rintisan yang berdiri di Indonesia. 

Hal ini dilakukan lantaran banyaknya perusahaan rintisan yang beroperasi di Indonesia ternyata dimiliki oleh asing.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, salah satu langkah yang kini dikembangkan pihaknya untuk menumbuhkan keberadaan startup lokal yakni dengan mendorong program Merah Putih Fund. 

Nantinya, Himpunan Bank Negara (Himbara), Telkom, dan Telkomsel akan menaruh dana untuk membantu startup lokal yang sepenuhnya dimiliki warga negara Indonesia.

"Founder-nya harus orang Indonesia karena sekarang banyak startup-startup di belakangnya foundernya orang asing. Orang Indonesia cuma ditempel. Kita enggak mau, founder-nya harus orang Indonesia. Perusahaannya harus beroperasi di Indonesia dan dan go public di Indonesia. Ini intervensi yang kita lakukan supaya kita menyeimbangi investasi startup oleh orang asing," katanya pada acara Forum Diagil Bisnis- Sidang Dewan Pleno HIPMI 2022, Jumat (18/3/2022).

Baca Juga:


Menurut Erick, program tersebut bukan bukan berarti pemerintah anti terhadap investasi asing. Namun, dia tidak menginginkan pasar di Indonesia yang sangat besar hanya dimanfaatkan untuk pertumbuhan negara lain. Selain itu, dia memastikan pengembangan startup ini akan membuka kesempatan pekerjaan yang luas di dunia digital.

"Dan mereka akan fokus kepada startup yang sunicorn, sun to be unicorn. Jadi bukan yang kecil-kecil, tapi yang sudah setengah gede, tapi founder-nya orang Indonesia. Kalau yang kecil-kecil itu di BRI, Mandiri, Telkom, Telkomsel itu sudah hampir invest hampir di 157 startup. Tetapi yang problem setelah naik kelas ini tidak ada yang memayunginya. Kita bentuk ini," imbuhnya.

Erick menambahkan, industri teknologi financial akan terus berkembang dengan cepat. Oleh sebab itu, katanya, Kementerian BUMN akan terus 'menggali' jenis usaha yang akan terus tumbuh tersebut, yakni di segi pembiayaan dan pendampingan.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?