Bagikan:

Kemendag: Pasokan Sapi Lokal Minim, Banyak Peternak Jual Saat Iduladha

"Kebanyakan perilaku peternak masyarakat ini tidak untuk kebutuhan sehari-hari, melainkan ternaknya itu sebagai aset dan mau dilepas, biasanya Iduladha."

NASIONAL

Jumat, 04 Mar 2022 15:07 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Peternak menunggui sapi miliknya yang dijual di pasar hewan, Ngawi, Jawa Timur. Selasa (1

Ilustrasi: Peternak menunggui sapi miliknya yang dijual di pasar hewan, Ngawi, Jawa Timur. Selasa (1/3/22). (FOTO: Antara/Ari Bowo Sucipto)

KBR, Jakarta— Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyebut, ketersediaan sapi lokal belum dapat memenuhi kebutuhan domestik lantaran masih banyak masyarakat yang mengembangbiakkan sapi untuk dijual pada saat Iduladha.

"Kebanyakan perilaku peternak masyarakat ini tidak untuk kebutuhan sehari-hari, melainkan ternaknya itu sebagai aset dan mau dilepas, biasanya Iduladha. Sehingga kebutuhan pasar ini menjadi tidak mungkin. Bagi peternak itu menjadi kurang berminat karena harganya kan dikontrol. Sementara mereka lebih memilih untuk kebutuhan Iduladha," katanya kepada KBR, Jumat (4/3/2022).

Baca Juga:
Sejumlah Komoditas Pangan Langka Jelang Ramadan, Ini Catatan DPR dan Pedagang
Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, Ekonom: Harusnya Subsidi Diberikan untuk Minyak Curah

Oke menjelaskan, pengembangbiakan sapi lokal untuk kebutuhan domestik saat ini ada di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, Bali, Lampung, dan beberapa di pulau Jawa. Namun, katanya, pasokan sapi itu tetap tidak dapat memenuhi kebutuhan nasional sehingga tetap harus dilakukan importasi.

Saat ini pemerintah telah menyiapkan daging sapi beku sebagai pilihan. Namun, lanjutnya, preferensi masyarakat kebanyakan masih memilih daging segar. Berbeda dengan industri makanan atau perhotelan yang biasanya memilih daging beku.

"Pada dasarnya pasokan ini yang akan memenuhi kebutuhan dalam rangka daging segar. Itu kan sapi yang sudah digemukkan dengan batas waktu tidak terlalu muda, tiga sampai empat bulan. Karena itu yang tersedia dengan umur yang cukup. Jadi, itu disiapkan untuk mengantisipasi puasa dan lebaran. Kalau opsi masyarakat masih memilih daging segar," imbuhnya.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Edu Talk IV YPA-MDR: Go Digital Melalui Media Ajar Interaktif