Bagikan:

Jokowi Undang Investor Masuk Proyek IKN Nusantara

"Saya mengajak dan mengundang para investor untuk berkontribusi dalam proses ini, ikut menjadi bagian dari perjalanan sejarah penting bangsa,"

NASIONAL

Selasa, 22 Mar 2022 13:08 WIB

Ilustrasi: Truk melintas di jalan masuk ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Negara IKN di Pe

Ilustrasi: Papan peringatan koridor satwa IKN Nusantara di Kutai Kartanegara, Kaltim, Senin (14/3/2022). (Antara/Hafidz Mubarak)

KBR, Jakarta— Presiden Joko Widodo menyebut proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur merupakan pekerjaan besar di tahun 2022 ini. Namun kata dia, pengembangan IKN akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan perekonomian di Indonesia.

"Utamanya Indonesia bagian timur. Dan nantinya akan menjadi motor inovasi bagi akselerasi pembangunan ekonomi masa depan. Saya mengajak dan mengundang para investor untuk berkontribusi dalam proses ini, ikut menjadi bagian dari perjalanan sejarah penting bangsa, berkontribusi bagi kemajuan Indonesia dan kejayaan Nusantara, " kata dia di acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2022, Rabu (22/3/22).

Baca Juga:
Gandeng KPK, Otorita Ingin Proyek IKN Bebas Korupsi
SoftBank Mundur Dari Proyek IKN, Kepala Otorita: Jangan Khawatir

Sebelumnya pada pekan lalu, Presiden Jokowi menyatakan hitungan sementara kebutuhan pendanaan untuk proyek Ibu Kota Negara (IKN) saat ini masih tetap 466 triliun rupiah.  Jokowi optimistis, pendanaan proyek IKN bisa didapatkan dari sejumlah sektor mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga investasi swasta. 

Dia menilai otorita IKN bakal fleksibel dan lincah untuk mendapatkan pendanaan dari berbagai skema yang ada.

"Itu kurang lebih 19-20 persen itu nanti berasal dari APBN dan sisanya bisa berasal dari PPP (Public Private Partnership), berasal dari KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha), berasal bisa dari murni investasi sektor swasta, bisa juga dari BUMN, atau bisa juga menerbitkan obligasi publik. Semua bisa dilakukan," kata Jokowi dalam video yang diunggah di Youtube Sekretariat Presiden pada Rabu (15/3/22).


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?