Bagikan:

Jokowi Klaim Keuntungan Pelarangan Ekspor Bahan Mentah Nikel

Pemerintah bakal kembali melarang ekspor bahan mentah komoditas lain, seperti bauksit.

NASIONAL

Jumat, 11 Mar 2022 20:59 WIB

Jokowi Klaim Keuntungan Pelarangan Ekspor Bahan Mentah Nikel

Presiden Joko Widodo.

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mengklaim transformasi ekonomi bakal memberikan manfaat jangka panjang. Transformasi yang dimaksud Jokowi antara lain terkait ekspor produk nikel, yakni dari nikel mentah menjadi nikel jadi atau setengah jadi. 

Tak hanya nikel, komoditas lain seperti bauksit, alumina, tembaga, timah, emas dan komoditas perkebunan serta pertanian yang dimiliki Indonesia, dapat memberikan keuntungan besar jika dilakukan penyetopan ekspor bahan mentah satu per satu.

"7 tahun lalu kita ekspor nikel bahan mentah kira-kira Rp15 sampai Rp20 triliun. Karena kita setop dan muncul industrial down streaming, hilirisasi, industrialisasi, 2021 kemarin ekspor kita karena sudah setengah jadi dan jadi, menjadi 20,8 miliar US dolar. Artinya dari Rp15 triliun melompat kurang lebih 300 triliun," kata Jokowi saat Dies Natalis ke-46 UNS, Jumat, (11/3/22).

Menurut Jokowi, keuntungan lain yang didapat dari perubahan aturan itu adalah terbukanya lapangan kerja, pemungutan pajak ekspor, hingga masuknya investasi ke dalam negeri. Jokowi menegaskan, pemerintah bakal kembali melarang ekspor bahan mentah komoditas lain, seperti bauksit dalam waktu dekat.

"Ini belum rampung, saya sudah perintah bauksit tahun ini setop. Biar digugat lagi. Bauksit setop tahun depan, setop lagu tembaga atau timahnya biar digugat lagi. Enggak apa-apa digugatin terus. Belum tentu kita kalah, tapi belum tentu juga menang namun keberanian itu mesti dilakukan," kata dia

Kata dia, ke depan Indonesia bakal memproduksi sendiri barang mentah di dalam negeri. Namun, jika negara lain ingin bekerja sama untuk mengolah bahan mentah milik Indonesia, maka kesempatan itu tetap terbuka.

"Bisa kamu kerja sama dengan BUMN kita, bisa kamu bekerja sama dengan swasta kita, sendirian juga enggak apa-apa. Tapi, di Indonesia. Enak banget kita setorin mereka bahan bakunya, nilai tambahnya bisa 14 kali sampai 20 kali lipat dari kalau kita hanya setor material. Enak banget. Pajak mereka yang dapat. Pembukaan kerjaan mereka yang dapat. Terus kita dapat apa?" katanya.

Baca juga:

Editor: Dwi Reinjani

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih