Harga Rempah-Rempah Melonjak karena Corona

Komoditas rempah tersebut ramai diburu masyarakat karena dipercaya dapat menangkal virus yang sedang menjadi ancaman yakni, virus corona tipe baru Covid-19.

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Jumat, 06 Mar 2020 20:55 WIB

Author

M. Ridlo Susanto, Antara

Harga Rempah-Rempah Melonjak karena Corona

Pedagang menata rempah-rempah di Pasar Induk Rau, Serang, Banten, Jumat (6/3/2020). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

KBR, Jakarta- Harga sejumlah rempah-rempah di pasaran khususnya jahe dan kunyit saat ini melambung.

Komoditas rempah tersebut ramai diburu masyarakat karena dipercaya dapat menangkal virus yang sedang menjadi ancaman yakni, virus corona tipe baru Covid-19.

Tak hanya harga meningkat, pedagang  juga mengeluhkan menipisnya stok komoditas ini dari tingkat distributor.

Salah satu yang mengeluhkan kondisi ini adalah pedagang rempah-rempah di Pasar Karna Kecamatan Sidareja, Cilacap, Jawa Tengah, Suryati.

“Kalau kunyit ada juga kenaikan. Kalau biasanya Rp2.500 per kilogram, sekarang jadi Rp6.000, satu kilonya, dari petani. Jualnya Rp10 ribu per kilogram,” kata Suryati, Jumat (6/3/2020).

Sementara itu dilansir dari Antara News, harga jual jahe merah melonjak naik hingga Rp100 ribu per kilogram (kg) kg di Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Pedagang jahe di pasar Senen, Haerudin Mustafa, di Jakarta, mengaku, sudah menjual rempah rempah ini dengan harga relatif tinggi karena banyaknya permintaan dari pembeli.

Ia juga mengatakan saat ini pasokan jahe di Jakarta mulai terbatas. Selain, jahe dan kunyit, komoditas rempah yang mengalami kelangkaan dan harganya meningkat adalah temulawak dan sereh.

Gerakan Minum Jamu


Ketua Umum Visi Indonesia Unggul (VIU) Horas Sinaga mengatakan pihaknya menjadi pihak yang mendorong gerakan minum jamu secara nasional merespons wabah virus corona baru atau Covid-19.

"Gerakan nasional minum jamu tradisional ini adalah upaya konkret menanggulangi ancaman virus corona. Implikasinya juga jelas bagi ekonomi rakyat," kata Horas Sinaga.

Sebelumnya hasil riset seorang peneliti dari Universitas Airlangga Surabaya menyimpulkan tanaman jamu seperti temulawak dan kunyit bisa meningkatkan ketahanan tubuh terhadap serangan virus termasuk corona.

Maka mengkonsumsi jamu-jamuan dinilai penting di samping juga menerapkan pola hidup sehat, berolahraga, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengkonsumsi makan makanan bergizi yang seimbang, hingga istirahat cukup dan tidak stres.

Editor: Ardhi Rosyadi
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 12

Ancaman Gangguan Mental di Masa Pandemi Covid-19

Dukung Penanganan COVID-19 dengan Bernyanyi

Kabar Baru Jam 11