Pencarian Korban Banjir Sentani Makin Berat, Banyak Korban Tertimbun Material

Hingga Kamis (21/3/2019) petang jumlah korban banjir bandang Sentani yang sudah ditemukan dan dievakuasi sebanyak 105 jenazah.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 21 Mar 2019 23:01 WIB

Author

Walhamri Wahid

Pencarian Korban Banjir Sentani Makin Berat, Banyak Korban Tertimbun Material

Seorang pengendara motor terjatuh ketika menerobos banjir di Sentani, Jayapura, Kamis (21/3/2019). Banjir masih menggenang hingga H+5 sejak banjir terjadi Sabtu (16/3/2019) lalu. (Foto: ANTARA/Zabur Karuru)

KBR, Jayapura — Setelah melakukan pencarian di beberapa titik dengan dibantu Tim K9 atau anjing pelacak, Tim Gabungan TNI/ Polri dan Basarnas kembali menemukan tiga mayat di tengah timbunan pasir dan lumpur di Sentani.

Dengan temuan itu, hingga Kamis (21/3/2019) petang jumlah korban banjir bandang Sentani yang sudah ditemukan dan berhasil dievakuasi mencapai 105 jenazah.

"Sampai pukul 17.30 WIT, ada tiga yang ditemukan, mudah–mudahan malam ini dapat lagi satu korban. Karena tadi saat kami kembali ke Posko Induk sedang dilakukan penggalian di Kompleks AURI Kemiri. Yang sudah sampai ke Posko Induk laporannya adalah 105," kata Juru bicara Polda Papua Ahmad Musthofa Kamal di Media Center Polda Papua, Jayapura, Kamis (21/3/2019).

Banjir bandang di Sentani terjadi Sabtu (16/3/2019). Banjir berlangsung beberapa hari karena hujan tidak kunjung berhenti. BMKG menyebut cuaca ekstrem menyebabkan curah hujan di Sentani masih tinggi.

Menurut Musthofa Kamal, dua dari tiga korban ditemukan Tim K9. Tim anjing pelacak mampu mendeteksi keberadaan jenazah meski berada di kedalaman timbunan material pasir dan lumpur hingga dua meter lebih.

"Beberapa hari ini proses pencarian dan evakuasi korban semakin berat. Beberapa hari lalu mayat–mayat masih bisa di temukan di permukaan timbunan pasir dan lumpur atau di bawah rongsokan. Namun dalam dua hari ini sebagian besar mayat yang ditemukan dalam timbunan material pasir dan lumpur. Makanya bantuan dari Tim K9 sangat berarti sekali," kata Musthofa Kamal.

Musthofa Kalam mengatakan di Kota Sentani dalam beberapa hari ini warga belum bisa tenang. Setiap malam dan pagi hari Kota Sentani masih selalu diguyur hujan sedang hingga lebat.

"Beberapa tempat memang sudah dibersihkan material yang dibawa banjir bandang beberapa hari lalu. Tetapi masih ada beberapa titik yang masih cukup deras airnya, juga masih tebal material pasir dan lumpurnya. Seperti di Markas Yonif 751," katanya.

Dari pantauan KBR, hingga Rabu (20/3/2019) sore air dengan arus kencang masih mengalir dari pintu utama Markas Yonif 751 Asrama. Di bagian belakang Asrama 751 terdapat kali yang menjadi aliran air dari Cagar Alam Cycloop.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak