H-4 Tax Amnesty, Sri Mulyani Desak WP Ikuti Program

"Kalau memang belum pernah menyampaikan SPT, atau SPT-nya belum benar, tentu saja pilihannya bisa ikut tax amnesty atau pembetulan SPT,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 27 Mar 2017 14:57 WIB

Author

Dian Kurniati

H-4  Tax Amnesty, Sri Mulyani Desak WP Ikuti Program

Ilustrasi (foto: Antara)


KBR, Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani mendesak  wajib pajak   segera mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty, karena akan berakhir dalam sepekan lagi. Sri mengatakan, berakhirnya tax amnesty itu berbarengan dengan masa penyampaian surat pemberitahuan pajak (SPT)   2016.

Kata dia, bagi WP yang tak pernah atau tak lengkap menyampaikan SPT, dapat mengikuti tax amnesty.

"Kita berharap bahwa wajib pajak yang belum menggunakan tax amnesty ini silakan untuk menggunakannya. Komunikasi terus akan kita lakukan, bahwa tahun 2017 ini, terutama bulan Maret, kan bersamaan dengan Anda menyampaikan SPT untuk 2016, sekaligus melihat 2015 ke belakang, kalau memang belum pernah menyampaikan SPT, atau SPT-nya belum benar, tentu saja pilihannya bisa ikut tax amnesty atau pembetulan SPT," kata Sri di Hotel Borobudur, Senin (27/03/17).

Sri mengatakan, akhir bulan ini merupakan akhir dari program tax amnesty dan masa penyampaian SPT. Sehingga, wajib pajak bisa memilih untuk hanya membetulkan SPT atau mengikuti tax amnesty. Sri pun menyarankan bagi wajib pajak yang tak pernah menyampaikan SPT, segera mengikuti tax amnesty.

Sri pun meminta wajib pajak yang akan memulangkan harta ke dalam negeri atau merepatriasi, agar segera  memenuhi komitmennya. Pasalnya, sampai sekarang dana dari luar negeri yang telah dipulangkan baru Rp 146 triliun.

Hingga kemarin, total harta yang dideklarasikan dalam program tax amnesty senilai Rp 4.640 triliun, yang diperoleh dari 813.530 WP yang menyampaikan surat pernyataan harta (SPH). Dari nilai tersebut, Rp 3.467 triliun di antaranya merupakan deklarasi harta dari dalam negeri, Rp 1.027 triliun dari deklarasi luar negeri, serta Rp 146 triliun dari repatriasi. Sehingga, uang tebusan yang menjadi penerimaan negara sebesar Rp 108 triliun. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Keluarkan Biaya Sendiri untuk Visum

Tantangan Dalam Reintegrasi Eks-Napiter dan Orang Yang Terpapar Paham Radikalisme

Kabar Baru Jam 15