PPP: Mau Diklarifikasi, HP Ivan Haz Tak Pernah Nyambung

Dimyati mengklaim partai kesulitan meminta klarifikasi dari Ivan Haz mengenai kasus yang membelitnya.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 08 Mar 2016 15:12 WIB

Author

Agus Lukman

PPP: Mau Diklarifikasi, HP Ivan Haz Tak Pernah Nyambung

Anggota DPR Komisi IV Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Fanny Safriansyah atau Ivan Haz usai diperiksa di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/2). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - DPP Partai Persatuan Pembangunan PPP belum akan melakukan langkah apapun terkait kasus yang membelit kader mereka, Fanny Safriansyah alias Ivan Haz. Anak bekas Wakil Presiden Hamzah Haz itu tersandung dua kasus pidana, yaitu tuduhan penganiayaan pekerja rumah tangga serta dugaan penggunaan narkoba.

Sekjen DPP PPP hasil Muktamar Jakarta, Ahmad Dimyati Natakusumah mengatakan partai masih menunggu hasil-hasil dari pemeriksaan terhadap Ivan dan menghormati asas praduga tak bersalah. Dimyati mengklaim partai kesulitan meminta klarifikasi dari Ivan Haz mengenai kasus yang membelitnya.

"Ketemu saja belum, telepon saja tidak nyambung, gimana mau minta penjelasan? Lost contact ini. Memang sulit dihubungi. Mungkin sudah sebulan dua bulan tidak ada komunikasi. Jelas partai PPP terkena imbas. Apalagi ini partai Islam," kata Sekjen DPP PPP hasil Muktamar Jakarta, Ahmad Dimyati Natakusumah  kepada KBR, Selasa (8/3/2016).

Sekjen DPP PPP hasil Muktamar Jakarta, Ahmad Dimyati Natakusumah mengatakan PPP juga tidak memberikan bantuan hukum, karena Ivan Haz sudah menunjuk pengacara sendiri.

Dimyati mengakui kasus itu mempengaruhi partai dan fraksi PPP di DPR. Dimyati menegaskan, DPP tidak bisa asal memberi sanksi atau memecat kader kalau belum terbukti bersalah.

"Kasus ini pernah dibahas di DPP. Tapi, ya mau gimana lagi, kita posisinya menunggu. Karena ini negara hukum. Kami sih inginnya Ivan Haz tidak terbukti. Tapi kalau bersalah ya akan dikenai sanksi," lanjut Dimyati.

Ivan Haz saat ini ditahan di Polda Metro Jaya. Anggota Fraksi PPP DPR dari Daerah Pemilihan Madura Jawa Timur itu diduga menganiaya seorang pekerja rumah tangga. Ivan terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara. Di DPR, Mahkamah Kehormatan DPR (MKD) juga mulai mengusut kasus ini.

Ivan juga kini tengah diperiksa terkait dugaannya terlibat narkoba. Meski hasil tes urin negatif, polisi masih akan menyelidiki dugaan penggunaan narkoba dengan sampel rambut dan darah.

Ivan disebut-sebut sempat terjaring operasi narkoba dalam penggerebekan di perumahan Kostrad Tanah Kusir Jakarta. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Segera Bubarkan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Kejaksaan

Kabar Baru Jam 15

Mukhlisin: Toleransi adalah Kesadaran

Wildan: Interaksi Langsung dengan Orang yang Berbeda Tumbuhkan Empati