Pemerintah Usulkan Penghapusan Subsidi Solar ke DPR

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengatakan, pemerintah ingin menggeser anggaran subsidi Solar itu ke sektor produktif.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 24 Mar 2016 18:41 WIB

Author

Dian Kurniati

Pemerintah Usulkan Penghapusan Subsidi Solar ke DPR

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said. Antara Foto

KBR, Jakarta - Pemerintah akan mengusulkan penghapusan subsidi Solar sebesar Rp 1.000 ke DPR. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengatakan, pemerintah ingin menggeser anggaran subsidi itu ke sektor produktif. Rencananya, ide itu akan disampaikan dalam pemaparan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P).

“Kami ingin usulkan ke parlemen dan sudah dibicarakan, apakah pada waktu APBN-P nanti bisa diusulkan pergeseran subsidi, mumpung harga sedang rendah untuk sektor produktif. Masih ada Rp 1.000 per liter yang sebetulnya kalau digeser akan mendapat hampir Rp 15 sampai Rp 16 triliun," kata Sudirman di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (24/03/16).

"Itu akan jadi sumbangan untuk percepat program kesejahteraan, artinya betul-betul proses menggeser produk subsidi ke produktif itu kita lakukan terus menerus,” tambahnya.

Sudirman juga mengatakan, selama ini pemerintah telah memanfaatkan pergeseran dana subsidi Premium untuk sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Dengan demikian, jika subsidi Solar juga dihapus, maka dana untuk sektor produktif itu akan bertambah. Apalagi, kata Sudirman, saat ini harga minyak sedang turun dan pemerintah tengah berusaha mengefisienkan anggaran.

Pekan depan, pemerintah akan mengumumkan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sudirman mengatakan, penurunan harga BBM itu tidak akan lebih dari Rp 1.000.

Sudirman berujar, harga BBM dipengaruhi tiga faktor, yaitu harga minyak dunia, kurs Rupiah terhadap Dolar, dan efisiensi mata rantai pasokan BBM yang semakin hari kian efisien. Kata Sudirman, mata rantai pasokan BBM semakin baik dan stabil dan terjadi penurunan harga minyak dunia. Saat ini, Solar dihargai Rp 5.650 dengan harga keekonomian Rp 5.620.



Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Sebut Sertifikasi Layak Nikah Tak Wajib

Super You by Sequis Online, Asuransi Online untuk Milenial