Bagikan:

Selain 'Booster', Indonesia Akan Gunakan Vaksin Merah Putih untuk Donasi Internasional

"Jadi yang pertama, bisa digunakan untuk vaksin booster, dan kemudian juga untuk vaksin anak, terutama anak usia 3 sampai 6 tahun."

NASIONAL

Rabu, 09 Feb 2022 14:28 WIB

Author

Fadli Gaper

Selain 'Booster', Indonesia Akan Gunakan Vaksin Merah Putih untuk Donasi Internasional

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan arahan di Seremoni Uji Klinis Vaksin Merah Putih, Rabu (9/2/22). (Foto: Youtube Universitas Airlangga)

KBR, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi kemajuan penelitian dan pengembangan vaksin Merah Putih oleh Universitas Airlangga di Surabaya, Jawa Timur.

Budi menyebut, vaksin Merah Putih nantinya akan digunakan untuk vaksin dosis ketiga atau booster. Selain itu, vaksin Merah Putih juga bisa digunakan untuk vaksin anak, terutama di atas 3 tahun.

"Jadi yang pertama, bisa digunakan untuk vaksin booster, dan kemudian juga untuk vaksin anak, terutama anak usia 3 sampai 6 tahun. Vaksin anak untuk usia 3 hingga 6 tahun di dunia tidak banyak. Setahu saya baru Sinovac dan Pfizer yang bisa. Pfizer juga masih uji klinik," ujar Budi Gunadi Sadikin saat Seremoni Uji Klinis Vaksin Merah Putih Unair, Rabu (9/2/2022).

Menkes Budi juga mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo yang memberi persetujuan pemanfaatan vaksin Merah Putih sebagai vaksin donasi internasional.

Nantinya, lanjut Budi, donasi vaksin Merah Putih ini akan dikirimkan ke negara-negara yang masih rendah capaian vaksinasinya.

"Misalnya, ke negara-negara di Afrika yang penetrasi vaksinasinya masih rendah," ungkapnya.

Rabu (9/2/2022) vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Universitas Airlangga dan PT Biotis Pharmaceuticals memulai uji klinik fase satu di RSUD Dokter Soetomo, Surabaya.

Uji coba melibatkan 90 relawan yang disuntikkan dua dosis vaksin Merah Putih, dengan interval waktu 28 hari.

Berita lainnya:


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Edu Talk IV YPA-MDR: Go Digital Melalui Media Ajar Interaktif