Bagikan:

Puluhan Warga Wadas Ditangkap, LBH Yogyakarta Dilarang Polisi Masuk dengan Alasan COVID-19

Puluhan warga masih berada di Polsek Bener, Purworejo.

NASIONAL

Selasa, 08 Feb 2022 22:09 WIB

Author

Fadli Gaper

Puluhan warga desa Wadas ditangkap polisi

Sejumlah personel polisi berpatroli secara masif di Desa Wadas, Kec.Bener, Kab. Purworejo, Jawa Tengah, 23 September 2021. Foto: lbhyogyakarta.org

KBR, Jakarta- Puluhan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah ditangkap polisi hari ini, Selasa, 08 Februari 2022. Mereka masih berada di Polsek Bener, Purworejo, hingga sore tadi.

Penangkapan warga itu terkait aksi penolakan atas kegiatan pengukuran tanah di Desa Wadas untuk proyek penambangan batu andesit. 

Warga Desa Wadas sudah menolak penambangan batu andesit sejak 6 tahun lalu. Proyek tambang batu andesit itu diperuntukkan untuk material proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Bener.

Anggota tim kuasa hukum dari LBH Yogyakarta, Julian kepada KBR mengatakan masih dihalang-halangi kepolisian untuk bisa masuk ke Desa Wadas.

"Informasi terbaru, hari ini di Polsek Bener itu ada 40 orang yang itu dibawa di Polsek Bener, warga Wadas, dan saya dapat informasi bahwa pengukuran tetap dilakukan hari ini. Sampai detik ini, LBH Yogyakarta berusaha masuk, tapi dengan alasan COVID-19 kami belum diperkenankan, karena ada satu yang positif dari keterangan Polsek Bener. Jadi kami belum bisa masuk," ujar Julian melalui voice note WA, Selasa, (8/2/2022).

Baca juga:

Sebelumnya, pada Selasa pagi, Staf Divisi Kampanye dan Jaringan LBH Yogyakarta, Dhanil Al-Ghifary melaporkan sejumlah aparat kepolisian bersenjata lengkap mendatangi Desa Wadas, dan menangkap paksa sejumlah warga desa.

Kapolda Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengklaim tidak ada kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian di sana. Polisi berdalih pengerahan aparat ke Wadas untuk mengamankan proses pengukuran tanah untuk proyek Bendungan Bener.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Subsidi dan Tata Kelola Pupuk Indonesia

Most Popular / Trending