Awas! Jerat Muslihat Binary Option

Waspadai judi online berkedok trading

Jumat, 25 Februari 2022

KBR, Jakarta - Rentetan kasus investasi bodong terus terkuak. Setelah ramai penipuan dengan kedok jualan robot trading, platform binary option (opsi biner) juga sudah memakan korban. 

Bahkan melibatkan influencer atau afiliator, paling baru Indra Kenz yang juga disebut Crazy Rich asal Medan menjadi tersangka karena mempromosikan aplikasi opsi biner Binomo.

Lalu apa sih yang disebut dengan binary option? Dan mengapa bisa merugikan penggunanya? 

Menurut Peneliti Ekonomi Digital INDEF Nailul Huda opsi biner mirip skema judi yang dikemas dengan finansial teknologi. Penggunanya menebak harga saham atau komoditas lain. 

“Ketika jawaban kita benar, itu kita dapat komisi. Tapi ketika jawabannya salah, ya uang investasi kita hangus. Itu kan sebenarnya kan kayak zero-sum-game,” jelas Huda. 

Baca juga: Waspadai Investasi Bodong Berkedok Robot Trading

Binomo, platform binary option ilegal situsnya belum diblokir pemerintah Indonesia. (Dok: tampilan web binomo.com)

Dalam opsi biner, ada broker atau bandar yang menjadi penggerak. Sedangkan, influencer atau afiliator punya peran krusial untuk mempromosikan platform.

"Ketika afiliator ini mengajak masyarakat masuk ke Binomo ataupun platform sejenisnya, pasti ada uang yang masuk juga ke influencer, ataupun afiliator ini," tutur Huda. 

Pemerintah menegaskan binary option ilegal karena tak berizin. Situs-situs seperti Binomo dan Olymptrade sudah diblokir. Masyarakat menjadi pihak paling dirugikan jika terpikat platform ini. 

“Si bandar ga mau rugi dong, Nah makanya kalau sudah mencapai titik tertentu, ya pasti nasabah akan dibuat rugi juga,” ucap Huda.

Apabila binary option dibiarkan merajalela, secara tidak langsung, negara juga bakal rugi. 

“Yang sudah dibangun negara untuk meningkatkan pendapatan masyarakat malah sia-sia dengan adanya kasus-kasus investasi bodong itu,” ujarnya.

Baca juga: Dilema Pinjaman Online, Dimaki tapi Diminati

Nailul Huda sebut pemerintah harus menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mencegah masuknya platform investasi bodong. (Dok: pribadi)

Selain itu, kepercayaan masyarakat kepada pemerintah bakal jatuh.

“Seharusnya pemerintah bisa mencegah dengan cara memblokir website, aplikasi yang dia terindikasi itu investasi bodong baik itu binary option, robot trading, maupun arisan online,” pungkasnya. 

Dengarkan obrolan lengkap soal modus baru penipuan platfrom binary option di episode Uang Bicara Awas! Jerat Muslihat Binary Option bersama Peneliti Ekonomi Digital INDEF Nailul Huda di KBR PRIME, Spotify, Apple podcast dan platform mendengarkan podcast lainnya.