Tak Gunakan APBN, Pemerintah Buka Peluang Investor Bangun Ibu Kota Negara

"Industri semen akan bergerak lagi, industri paku, besi, kayu semuanya dan ini juga bisa menyerap 1,2 sampai 1,3 juta tenaga kerja,"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 10 Feb 2021 16:09 WIB

Author

Dwi Reinjani, Teddy Rumengan

Tak Gunakan APBN, Pemerintah Buka Peluang Investor Bangun Ibu Kota Negara

ilustrasi maket ibu kota negara baru di Kalimantan Timur. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengatakan, pemerintah membuka peluang investor bergabung di rencana pembangunan ibu kota negara di Kalimantan Timur.

“Perumahan dan perkantoran bisa dibangun oleh swasta, maka setidak-tidaknya dampak in case dari industri ini akan berkembang. Industri semen akan bergerak lagi, industri paku, besi, kayu semuanya dan ini juga bisa menyerap 1,2 sampai 1,3 juta tenaga kerja," kata Suharso, dalam konferensi pers Bappenas di Jakarta, Rabu (10/02/2021).

Ia mengatakan, Bappenas bersama konsultan juga mencoba menghitung dampak ekonomi dari pembangunan ibu kota negara, jika melibatkan investor.

"Terutama bagaimana tidak mengganggu APBN tapi pada saat yang sama memberikan seluas-luasnya kesempatan itu kepada swasta, dengan demikian ekonomi bergerak,” ungkap Suharso.

Jika investor masuk dan membangun gedung pemerintahan serta perumahan, lanjutnya, maka pemerintah bisa melakukan pinjam pakai atau sewa kepada investor tersebut.

Agar, kata Suharso, pemerintah tidak harus mengeluarkan ratusan triliun rupiah untuk membangun ibu kota negara, di tengah pandemi covid-19.

“Tapi cukup pemerintah itu sewa saja baik itu rumah dan kantor kepada para investor swasta, dengan demikian kalau perumahan dan perkantoran bisa dibangun oleh swasta, maka dampak in case ini menghidupkan perekonomian," jelasnya.

Untuk membangun pemukiman dan perkantoran di ibu kota negara, tambahnya, dibutuhkan setidaknya Rp600 triliun, dengan target pembangunan hingga 2024 mendatang.

"Investor bisa masuk untuk membangun ibu kota negara jika pandemi sudah mulai membaik dan penambahan kasus tidak terjadi secara signifikan," pungkas Suharso Monoarfa.

Pembangunan Ibu Kota Negara di Kaltim Tetap Lanjut

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyebut pembangunan ibu kota Negara di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tetap berlanjut.

Bahkan, kata Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Presiden Joko Widodo berjanji setelah pandemi covid-19 melandai dan program vaksinasi tuntas, pembangunan Pusat Pemerintahan segera dilanjutkan.

“Tolong sampaikan kepada siapapun yang bertanya soal ibu kota negara di Kalimantan Timur ini jawab itu pasti diteruskan hanya sekarang menunggu covid-19 mereda. Beliau berjanji setelah vaksinasi dan berkurangnya penularan akan terus dilanjutkan. Itu janji beliau kemarin setelah kami rapat di Istana Negara,” ujar Isran Noor saat memberikan sambutan, memperingati HUT ke 124 Kota Balikpapan, di Balai Kota, Rabu (10/02/2021).

Gubernur Kaltim, Isran Noor menambahkan, Kota Balikpapan akan menjadi kota paling sentral di Kalimantan.

"Karena menjadi pintu gerbang dan daerah penyangga ibu kota negara," tambahnya.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI

Kabar Baru Jam 7

Vaksin COVID-19: Kenali Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Kabar Baru Jam 8