Sebelum Tewas Disergap Densus, Terduga Teroris di Riau Sempat Rekrut Polwan

"Yang bersangkutan juga menjadi admin di grup WA. Dia menarik-narik orang untuk dijadikan sebagai volunteer."

BERITA | NASIONAL

Senin, 10 Feb 2020 22:23 WIB

Author

Lea Citra

Sebelum Tewas Disergap Densus, Terduga Teroris di Riau Sempat Rekrut Polwan

Ilustrasi Densus Antiteror 88 Mabes Polri. (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa)

KBR, Jakarta - Densus 88 menangkap seorang terduga teroris di Pelalawan, Riau berinisial WF. Penangkapan terjadi pada Kamis (6/2/2020) lalu. Namun WF tewas ditembak saat penangkapan karena melawan aparat.

Juru bicara Mabes Polri Argo Yuwono mengatakan, WF merupakan anggota jaringan Jamaah Ansorut Daulah (JAD).

Menurut polisi, WF menjaring para relawan termasuk seorang polisi wanita (Polwan) berinisial NOS yang belum lama ditangkap di Bandar Udara Juanda Surabaya, Jawa Timur.

"Yang bersangkutan juga menjadi admin di grup WA. Dia menarik-narik orang untuk dijadikan sebagai volunteer. Termasuk anggota polwan yang dari Maluku Utara itu, termasuk itu. Yang bersangkutan juga memiliki pemahaman keras, bahkan menganggap mertuanya syirik," kata Argo di Mabes Polri, Senin (10/2/2020).

Argo Yuwono menyebut satu anggota terluka saat penangkapan WF. Menurut penelusuran polisi, WF berencana hijrah ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

"Ada seorang laki-laki yang diduga pelaku teroris, yang ada di kapal tersebut. Jadi saat kita terus melakukan nego-nego di sana. Setelah kita dekat dengan kapal tersebut, yang bersangkutan sempat melemparkan bom pipa. Satu anggota terluka, saat kejar-mengejar. Yang bersangkutan kita tangkap dan kemudian kita lakukan tindakan tegas dan terukur," lanjutnya.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Menyoroti Literasi Lintas Agama untuk Milenial

Kemenkeu Godok Cukai untuk Minuman Berpemanis

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7