APBN Januari 2020 Defisit Rp36,1 Triliun

Realisasi pendapatan negara baru mencapai Rp103,7 triliun atau setara 4,6 persen dari target pendapatan yang dipatok APBN 2020 sebesar Rp2.233,2 triliun.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 19 Feb 2020 20:59 WIB

Author

Sadida Hafsyah

APBN Januari 2020 Defisit Rp36,1 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi APBN 2020 di Jakarta, Rabu (19/2/2020). (Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari)

KBR, Jakarta - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Januari 2020 mengalami defisit sebesar Rp36,1 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penyebabnya realisasi pendapatan lebih rendah dibandingkan belanja negara.

Menteri Keuangan juga melaporkan realisasi pendapatan negara baru mencapai Rp103,7 triliun atau setara 4,6 persen dari target pendapatan yang dipatok APBN 2020 sebesar Rp2.233,2 triliun.

"Sampai dengan Januari posisi kita adalah keseimbangan primernya Rp13,6 triliun negatif dan defisitnya Rp 36,1 triliun atau 0,21 persen dibandingkan tahun lalu. Posisi defisit Rp13,6 triliun lebih kecil dibandingkan Rp22,1 triliun. Untuk defisit Rp36,1 triliun, tahun lalu Rp45,1 triliun," ungkap Sri Mulyani di Gedung Djuanda 1, Kementerian Keuangan (19/2/2020).

Sri Mulyani menjelaskan belanja negara awal tahun 2020 ini menurun, sebab belanja pada bantuan sosial (bansos) tak sebesar tahun lalu di Januari 2019.

Kata dia, pemerintah memang mengubah kebijakan penyaluran bansos tahun ini.

"Kalau tahun lalu ada tambahan bansos pada Januari saja, kalau 2020 ini diubah menjadi rata 12 bulan," katanya.

Di sisi lain, Kemenkeu mencatat pembiayaan anggaran Januari 2020 sebesar Rp68,2 triliun atau setara 22,2 persen dari asumsi APBN 2020 yang ditetapkan senilai Rp 307,2 triliun.

Berbeda dengan periode yang sama di tahun lalu, pembiayaan anggaran jauh lebih besar mencapai 41,8 persen, dari asumsi APBN saat itu yakni Rp 296 triliun.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Perkara Kekerasan Pada Anak Kala Belajar dari Rumah

Gubernur Kaltim bakal Tegur Paslon yang Langgar Protokol Kesehatan dalam Pilkada

Kabar Baru Jam 8

Bela Rasa Lintas Iman di Masa Pandemi