Debat Terakhir, KPU Jakarta: Calon Boleh Bahas KTP Ganda yang Sedang Ramai

Tema yang akan diusung adalah "Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Jakarta".

BERITA , NASIONAL

Minggu, 05 Feb 2017 15:40 WIB

Author

Eli Kamilah

Debat Terakhir, KPU Jakarta: Calon Boleh Bahas KTP Ganda yang Sedang Ramai

Foto: Antara


KBR, Jakarta- Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta sudah meminta empat panelis menyusun pertanyaan-pertanyaan untuk debat pilkada terakhir, 10 Februari mendatang. Anggota KPU DKI, Dahlia Umar mengatakan, tema yang akan diusung adalah "Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Jakarta".

Keempat panelis, kata dia, berasal dari unsur akademisi, praktisi dan aktivis.

"Panelis saat ini kami minta membuat kerangka permasalahan, dan apa yang akan diangkat dalam debat nanti yang perlu kita minta pasangan calon menyampaikan visi misi program, gagasan ide dan solusi yang harus ditawarkan pasangan calon," ungkapnya kepada KBR, Minggu (5/2/2017).

Dahlia Umar menambahkan nama-nama panelis akan dirahasiakan KPU sampai debat berlangsung. Hal tersebut untuk menjaga kerahasiaan pertanyaan debat pemilihan gubernur DKI Jakarta.

"Panelis tidak kami umumkan, karena panelis harus betul-betul menjaga kerahasiaan dari pertanyaan debat, supaya asas keadilannya tercapai, tidak ada intervensi dari siapapuan, dalam panelis menyusun pertanyaan, tidak ada bocoran," tambahnya.

Dahlia menambahkan tema yang diusung merupakan salah satu persoalaan rumit yang dimiliki kota besar seperti Jakarta. KPU berharap pasangan calon yang akan memimpin Jakarta lima tahun ke depan, paham betul dan punya solusi konkret yang ditawarkan kepada warganya.

"Kalau kita melihat Undang-Undang Nomor. 10 Tahun 2016, maka tema ketiga ini sudah termasuk tema menyelesaikan persoalan daerah. Kan ada enam tema besar dalam UU pilkada, ini salah satunya," jelasnya.

Menurut Dahlia, debat terakhir pekan depan tidak jauh berbeda dengan dua debat sebelumnya. Debat yang akan digelar di Hotel Bidakara Jakarta itu, tetap akan dibagi enam segmen. Moderator bertanya, calon saling lempar pertanyaan dan komitmen calon.

"Debat terakhir tidak ada perbedaan mencolok, kecuali tema. Alur debat misalnya. Ada enam segmen. Segmen pertama visi misi, segmen dua tiga moderator bertanya ke calon, segmen empat dan lima  calon saling bertanya, segmen enam penutup dalam bentuk komitmen calon, dan closing statement," jelasnya.

Dahlia pun mempersilakan jika debat menyinggung dan membahas masalah kependudukan ganda yang saat ini ramai diperbincangkan.

"Kalau nanti ada masalah identitas kependudukan yang dianggap suatu masalah yang urgent oleh paslon, ya silakan saja dibahas."


Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

What's Up Indonesia

Kesepakatan Batas Usia Perkawinan

Newsbeat