Bagikan:

OJK: Dulunya Konsumtif, Sekarang Milenial Banyak Nabung Saham

"Dapat kami sampaikan, milenial yang tadinya banyak konsumsi, sekarang banyak menabung terutama di saham dan juga di tabungan. Penghimpunan dana pasar modal mencapai Rp363,3 triliun "

BERITA | NASIONAL | KABAR BISNIS

Senin, 03 Jan 2022 12:16 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Warga melihat indeks harga saham gabungan IHSG di Depok, Jawa Barat, Kamis (30/12/21). (F

Ilustrasi: Warga melihat indeks harga saham gabungan IHSG di Depok, Jawa Barat, Kamis (30/12/21). (FOTO:Antara/Hafidz Mubarak)

KBR, Jakarta— Generasi anak muda yang dulu dikenal dan dicap sebagai kalangan konsumtif, kini semakin banyak berkecimpung untuk berinvestasi di pasar modal.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, pergerakan investasi dari generasi milenial ini tercermin dari semakin ramainya investor-investor ritel yang bermain di pasar modal. Sepanjang 2021, pasar modal berhasil menghimpun dana atau fundraising senilai Rp363 triliun dari 194 emiten yang berasal dari sektor teknologi dan keuangan.

Bahkan, katanya, capaian fundraising di pasar modal lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit yang hanya mencapai Rp228 triliun pada 2021.

"Dapat kami sampaikan, milenial yang tadinya banyak konsumsi, sekarang banyak menabung terutama di saham dan juga di tabungan. Penghimpunan dana pasar modal mencapai Rp363,3 triliun dari 194 emiten yang bersumber dari sektor teknologi dan keuangan. Ini adalah engine growth kita ke depan. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan 2020 yang hanya Rp118 triliun," katanya, pada acara Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2022, Senin (3/01/2022).

Baca Juga:

OJK Bakal Identifikasi Taksonomi Hijau & Non Hijau di Industri Hingga UMKM

Penyaluran Kredit 2022 Diproyeksi Bakal Tumbuh Positif

Wimboh mengatakan, saat ini Indonesia merupakan jajaran terbaik se-Asia dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup pada level 6.581,48 dengan return mencapai 10,08 persen. Nilai transaksi IHSG di perdagangan terakhir 2021 tersebut mencapai Rp 10,21 triliun. Di akhir 2021, OJK mencatat jumlah investor di pasar modal mencapai 7,5 juta, atau meningkat dibandingkan 2020 yang mencapai 3,8 juta investor.

Pada 2021, OJK menginisiasi security crowdfunding bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk meningkatkan fundraising di pasar modal. Wimboh mengungkapkan, saat ini jumlah security crowdfunding UMKM mencapai Rp406,5 miliar.

"Memang masih kecil, tapi kita punya potensi yang besar. Ada Rp74 triliun karena yang kita target adalah SPK [Surat Perintah Kerja ] dari pemda-pemda. Ini terus kita lakukan untuk peningkatan ke depannya. Jadi seluruh capaian ini menunjukkan capaian investor kita kepada pasar modal sudah mulai meningkat dan ini mempunyai momentum yang besar karena PDB di 2022 berdasarkan asumsi APBN sebesar 5,2 persen. Ini menambah keyakinan kita," pungkasnya.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Bokek Bikin Stres?

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8