Bagikan:

Minggu Depan, Kemendag Mulai Salurkan 200 Juta Minyak Goreng Kemasan Sederhana

"Tapi minimal lima produsen sudah komitmen untuk menjadi penyalurnya. Produsen yang besar-besar sudah komitmen mendukung program minyak pemerintah ini"

BERITA | NASIONAL | KABAR BISNIS

Jumat, 07 Jan 2022 14:12 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Minyak goreng kemasan di pasaran. (Foto: Antara)

Ilustrasi: Minyak goreng kemasan di pasaran. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta— Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menyalurkan 200 juta liter minyak goreng kemasan sederhana yang dimulai pada akhir pekan depan.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyatakan, penyaluran tahap pertama menyasar ke 216 pasar tradisional pantauan, termasuk ritel-ritel modern. Harga minyak goreng kemasan sederhana itu akan dibanderol seharga Rp14 ribu per liter.

"Semua (disebar). Cuma memang dalam tahap pertama untuk percepatannya itu adalah di 216 pasar pantauan. Karena kan ini mekanisme sedang disusun. Ke depanya, ada di setiap pasar tradisional. Untuk sampai ke 216 pasar yang kita pantau. Itu kita targetkan akhir minggu depan," katanya saat dihubungi KBR, Jumat (7/1/2022).

Baca Juga:

DPR Usul Pemerintah Berlakukan DMO CPO untuk Turunkan Harga Minyak Goreng

Pelaku UMKM: Baru Sembuh dari Luka, TDL Dinaikin, Harga Minyak Goreng Tak Kunjung Turun

Selanjutnya, pada tahapan kedua, mulai bulan depan Kemendag akan mendistribusikan minyak goreng hingga ke 16 ribu pasar dan ritel modern.

Pemerintah, katanya, akan menggandeng lima produsen minyak goreng besar untuk menyediakan kemasan berlabel. Perusahaan minyak goreng yang ditunjuk pemerintah tersebut kini tengah menyiapkan infrastruktur produksi dan penunjangnya. Oke berjanji, nantinya Kemendag akan memberikan informasi mengenai sejumlah produsen dan merek minyak goreng kemasan sederhana itu.

"Saat ini sedang mengumpulkan produsennya. Tapi minimal lima produsen sudah komitmen untuk menjadi penyalurnya. Produsen yang besar-besar sudah komitmen mendukung program minyak pemerintah ini," sambungnya.

Penyaluran ini akan dilakukan secara bertahap sebanyak 1,2 miliar liter hingga di paruh kedua tahun ini. Dia memastikan, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp3,6 triliun yang diambil dari Badan Pengelola dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS). Program subsidi minyak goreng ini, kata Oke, tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang setelah dilakukan evaluasi pada Mei 2022.

Menurut Oke, subsidi minyak goreng ini menyasar kepada semua lapisan masyarakat, dan tidak tersegmentasi kepada kelompok tertentu, seperti masyarakat miskin, UMKM, atau golongan ekonomi menengah ke atas. Masyarakat diberikan pilihan untuk menggunakan minyak goreng premium yang beredar di banyak ritel modern.

Label Harga

Untuk mencegah  kecurangan harga di tingkat pengecer, Kemendag akan memberikan label harga di setiap kemasan produk. Ini dimaksudkan agar masyarakat dapat melek terhadap ketentuan harga, sehingga kontrol sosial dapat langsung dilakukan oleh masyarakat.

"Jadi itu memudahkan pemerintah dibantu masyarakat dalam melakukan kontrol sosial dalam rangka ecerannya supaya tidak ada spekulan yang mempermainkan harga. Karena harganya sudah tercetak. Itu tahapan selanjutnya. Tahapan kedua yang sedang kita proses," katanya.

Baca Juga:

Pekan Depan, Pemerintah Mulai Upayakan Stabilitas Harga Minyak Goreng

Pemerintah Bakal Salurkan Rp44,19 Triliun Untuk Perdesaan di 2022

Selain subsidi minyak goreng, Kemendag masih mengakselerasi penyaluran minyak goreng hingga 11 juta liter untuk 34 provinsi yang disebar di ritel-ritel modern. Namun, katanya, kapasitas 11 juta liter tersebut menurut dia tidak berdampak terlalu besar terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Kenaikan harga minyak goreng akibat masih tingginya harga crude palm oil (CPO) ini menurut Oke tidak berpengaruh besar terhadap inflasi. Dia mengatakan, Kemendag menaksir, kenaikan harga itu hanya berkontribusi di bawah 0,05 persen terhadap laju inflasi pada tahun ini. Dia beralasan, pengaruh inflasi lebih banyak dipengaruhi oleh barang pokok tertentu, bukan bersumber dari minyak goreng.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Menghidupkan Dwifungsi TNI

Most Popular / Trending