Bagikan:

Kementerian ESDM Naikkan Target Lifting Migas 2022

"Ini tentunya akan menjadi tantangan tersendiri untuk mengambil cadangan migas dari perut bumi ke permukaan secara optimal dan efisien"

NASIONAL

Rabu, 26 Jan 2022 17:32 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Pengeboran minyak offshore

Ilustrasi: Pengeboran minyak offshore

KBR, Jakarta — Kementerian Energi, Sumber Daya Alam dan Mineral (ESDM) akan meningkatkan produksi siap jual atau lifting minyak dan gas bumi (migas) pada tahun ini.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengungkapkan, pemerintah menargetkan lifting minyak bumi sebesar 773 ribu barel minyak perhari (barrel of oil per day/BOPD) dan gas sebesar 1,03 ribu setara barel minyak perhari (barrel of oil equivalent perday/BOEPD) pada 2022. 

Angka itu meningkat dibandingkan capaian pada 2021, di mana lifting minyak nasional mencapai 660 ribu BOEPD dan gas bumi sebesar 982 ribu BOEPD.

"Untuk menjaga ketahanan energi di hulu migas, masih terdapat cadangan terbukti yang belum dilakukan eksplorasi sama sekali. Ini tentunya akan menjadi tantangan tersendiri untuk mengambil cadangan migas dari perut bumi ke permukaan secara optimal dan efisien," kata Ego Syahrial pada acara Outlook Economic 2022—Hipmi, Rabu (26/1/2022).

Pemerintah, katanya, akan memperkuat strategi untuk mencapai target produksi minyak bumi sebesar 1 juta BOEPD, dan gas bumi sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030.

Langkah itu dilakukan dengan cara optimalisasi produksi lapangan eksisting, transformasi resources to production, mempercepat teknologi enhanced oil recovery, dan melakukan eksplorasi secara massif utuk menemukan cadangan besar.

Ego Syahrial mengatakan, pemerintah akan memberikan kemudahan investasi dan insentif yang lebih baik kepada para calon investor.

Menurut Ego, peran minyak dan gas bumi dalam pemenuhan kebutuhan energi masih sangat besar, yakni sebagai bahan bakar transportasi, bahan baku di industri dan kebutuhan untuk rumah tangga.

"Gas bumi dimanfaatkan sebagai energi transisi sebelum Indonesia dapat memenuhi kebutuhan listrik 100 persen dari EBT serta juga digunakan sebagai back up bahan bakar pembangkit EBT yang sifatnya masih intermittent," sambungnya.

Tiga Target Besar

Ego Syahrial mengatakan saat ini ada tiga target besar yang harus dipenuhi oleh Indonesia dalam pengembangan energi nasional. Pertama, target jangka pendek yakni mencapai bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025.

Baca Juga:

Kedua, jangka menengah dengan memenuhi target emisi pada 2030. Dia menyebut, sektor energi memiliki kontribusi menurunkan emisi lebih dari 300 juta ton CO2 dengan upaya sendiri d mencapai hampir 450 juta ton dengan bantuan internasional.

Ketiga, untuk jangka panjang menuju net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat apabila ada bantuan internasional.

Untuk memenuhi ketiga target itu, Ego Syahrial mengatakan, tiga kunci utama yang akan dilakukan pemerintah yakni pengembangan EBT, phasing out Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), dan percepatan kendaraan listrik.

"Kementerian ESDM berkomitmen untuk melaksanakam transisi energi yang berkeadilan dengan tetep memerhatikan kebutuhan energi nasional," kata Ego.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Mengkritik Klaim Pemberantasan Korupsi di Era Jokowi

Most Popular / Trending