Bagikan:

Gaikindo Minta Relaksasi Tarif PPnBM Segera Disahkan

"Karena orang kaget harganya naik lagi. Oleh sebab itu, kita memaklumi bahwa kebijakan pemerintah tidak bisa berlangsung selamanya. Dan ini hanya berlaku di tahun 2021, dan kita harus terima."

BERITA | NASIONAL | KABAR BISNIS

Selasa, 11 Jan 2022 17:09 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Sejumlah kendaraan melintas dalam kepadatan lalu lintas di jalan Tol Jagorawi, Jaktim, Ju

Ilustrasi: Sejumlah kendaraan melintas dalam kepadatan lalu lintas di jalan Tol Jagorawi, Jaktim, Jumat (24/12/21). (Foto:Antara/Galih Pradipta)

KBR, Jakarta— Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) meminta pemerintah segera memperpanjang relaksasi tarif Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM–DTP) untuk mendorong pertumbuhan industri otomotif pada tahun ini.

Ketua Umum Gaikindo Yohanes Nangoi mengatakan setelah aturan PPnBM-DTP atau PPnBM 0 persen berakhir 31 Desember 2021 lalu, penjualan mobil di awal tahun ini menjadi sedikit terseok.

"Karena orang kaget harganya naik lagi. Oleh sebab itu, kita memaklumi bahwa kebijakan pemerintah tidak bisa berlangsung selamanya. Dan ini hanya berlaku di tahun 2021, dan kita harus terima. Kami akan mengupaykan segala macam untuk menutup kekurangan dari pada penjualan tersebut," kata Yohanes kepada KBR, Selasa (11/1/2022).

Baca Juga:

Nangoi berujar, kebijakan PPnBM–DTP pada tahun lalu mendongkrak penjualan otomotif di tengah melandainya daya beli masyarakat akibat terpaan pandemi Covid-19. Hal itu memberikan dampak positif kepada industri otomotif, pelaku usaha maupun industri turunan yang bergerak sebagai penyedia komponen otomotif. 

Untuk itu, katanya, Gaikindo akan mendorong pemerintah memberikan insentif PPnBM sebesar 100 persen secara permanen untuk pembelian mobil baru.

"Kami terus berdiskusi dengan pihak pemerintah. Salah satu usulan dari Kementrian Perindustrian untuk beberapa jenis kendaraan mobil, yaitu di bawah 1.500 cc dengan kandungan lokal di atas 80 persen, harga di bawah Rp240 juta itu akan dicoba untuk diberikan pembebasan PPnBM yang permanen. Kalau ini berhasil ini tentunya akan menolong. Tapi tentunya itu perlu pengkajian yang lebih dalam lagi. Yang pasti ide dari Kementerian Perindustrian itu sangat luar biasa," ujarnya.

Hingga kini pemerintah belum memutuskan perpanjangan insentif PPnBM kendaraan bermotor pada tahun ini. Kementerian Perindustrian dan pelaku usaha menginginkan insentif PPnBM sebesar 100 persen tersebut mulai disahkan untuk meningkatkan industri otomotif.

Kinerja Industri Otomotif

Ketua Umum Gaikindo Yohanes Nangoi mengatakan, pada tahun ini Gaikindo menargetkan penjualan mobil di segala segmen hingga menyentuh 900 ribu unit.

Target ini mempertimbangkan kondisi pandemi yang belum usai dan ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Adapun, target tersebut menurut dia masih jauh di bawah penjualan normal sebelum pandemi yang mencapai lebih dari 1,1 juta unit.

Hingga penutupan 2021, Gaikindo mencatat penjualan otomotif bertumbuh sebesar 66,6 persen atau mencapai 885 ribu unit. Angka tersebut melesat melebihi target semula yang ditaksir hanya 750 ribu unit.

Sementara, penjualan mobil di tingkat retail sudah menembus angka lebih dari 100 ribu unit, atau tumbuh 20 persen month on month (mom) dibandingkan bulan sebelumnya mencapai 84.544 unit.

Merujuk pada data Gaikindo, penjualan mobil dari diler ke konsumen mencapai 863.359 unit pada Januari-Desember 2021 atau tumbuh sebesar 49,2 persen year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama pada 2020 sebanyak 578.762 unit.

Peningkatan juga tampak pada penjualan mobil di tingkat wholesales secara bulanan. Pada Desember 2021 Gaikindo merilis, penjualan mencapai 96.671 unit. Angka ini meningkat sebesar 10,6 persen (mom) dibandingkan November sebanyak 87.437 unit.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio