Jokowi Prediksi Angka Stunting Meningkat Saat Pandemi

Saat ini angka stunting mencapai angka 27 persen

BERITA | NASIONAL

Kamis, 28 Jan 2021 13:44 WIB

Author

Dwi Reinjani

Jokowi Prediksi Angka Stunting Meningkat Saat Pandemi

Pengendara motor melintas di dekat mural stunting di Jakarta, Rabu (16/12/2020). (Antara/Sigid Kurniawan)

KBR,Jakarta- Presiden Joko Widodo memprediksi angka stunting meningkat selama Pandemi Covid-19. Kata Presiden saat ini angka stunting masih mencapai angka 27 persen. Ia meminta BKKBN sebagai ketua pelaksana penurunan angka stunting di Indonesia, untuk bekerja keras menurunkan angka stunting secara maksimal.

“Dan ini menjadi tugas bapak ibu semuanya karena persoalan stunting harus mendapat perhatian serius sekali lagi angka stunting kita di tahun 2019 masih di angka 27,6 persen ini diperkirakan akan naik karena ada Pandemi di tahun 2020 dan sekarang jadi target 2024, 14 persen itu bukan target yang enteng tapi kalau kita kerja serius Lapangannya terkuasai dan bekerjasama, kolaborasi saya kira penurunan angka stunting akan bisa kita lakukan.” Ujar Jokowi Saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Kemitraan Program Bangga Kencana, Kamis (28/01/2021).

Disisi lain BKKBN mengakui target penurunan angka stunting memang terkendala oleh pandemi. Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mengatakan, perlu ada penambahan fasilitas dan penyuluh lapangan untuk membantu kinerja BKKBN menurunkan angka stunting. Kata dia, saat ini jumlah penyuluh yang ada di lapangan tidak bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.

Menurut data BKKBN setiap tahun sebanyak 5 juta bayi lahir di Indonesia dan 1,2 diantaranya mengalami stunting. Stunting atau kekerdilan ini disebabkan lantaran sejak dalam kandungan janin tidak mendapat nutrisi yang layak, sehingga mengganggu pertumbuhan. Dari akumulasi jumlah tersebut maka pendataan terakhir terkait bayi dengan stunting di Indonesia berjumlah 27,6 persen. Jumlah ini sudah menurun dibanding tahun 2018 yang mencapai 30,8 persen.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksin COVID-19: Kenali Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Kabar Baru Jam 8

Cinta Produk Indonesia

Sekolah Tatap Muka di Tahun Ajaran Baru, Seperti Apa Upaya Mitigasinya?