Polisi Kejar Kelompok Egianus Kagoya Terkait Penyerang Brimob di Nduga

"Ultimatum yang cukup keras terhadap kelompok bersenjata ini, bahwa harus segera melepaskan atau menaruh senjata dan akan dikejar hidup atau mati,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 14 Jan 2020 08:29 WIB

Author

Kevin Candra

Polisi Kejar Kelompok Egianus Kagoya Terkait Penyerang Brimob di Nduga

Petugas berjaga di sekitar bandara perintis Kenyam pascapenembakan anggota Brimob Bharatu Luki Darmadi Sabtu (11/01/20).

KBR,  Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia akan lakukan pengejaran kepada kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kagoya. Juru bicara Mabes Polri Asep Adi Saputra mengatakan, pengejaran tersebut terkait penembakan anggota Brimob oleh KKB di wilayah Nduga, Papua.

 "Saat ini tim dari polda Papua di-backup  Mabes Polri terus melakukan pengejaran terhadap kelompok Egianus Kagoya yang diduga keras pelaku penembakan. Rekan rekan Kapolda Papua sudah memberikan ultimatum yang cukup keras terhadap kelompok bersenjata ini, bahwa harus segera melepaskan atau menaruh senjata dan akan dikejar hidup atau mati," ujar Juru bicara Mabes Polri Asep Adi Saputra  di kantornya, Senin (13/01/2020).

Adi menuturkan, saat ini korban sedang menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit Polri Kramat Jati. Asep Juga menegaskan Polri tidak akan menambah pasukan keamanan di Papua, saat ini pasukan yang ada sudah mencukupi untuk mengamankan.

Sebelumnya, anggota Brimob Polda Maluku, Bharatu Luki Darmadi  yang tergabung dalam Satgas Aman Nusa mengalami luka tembak pada bagian paha. Serangan terjadi saat korban hendak membuang sampah tak jauh dari posnya di Bandara Kenyam, Nduga, Papua, Sabtu (11/1/2020). 

Egianus Kogoya adalah pemimpin Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Ia dan kelompoknya dituding sebagai pelaku penembakan terhadap 34 pekerja proyek Trans Papua di Nduga pada Desember 2018 lalu.

Berita Terkait:


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste