Kumpulkan Dubes, Jokowi Perintahkan Fokus ke Diplomasi Ekonomi

"Saya ingin 70-80 persen apa yang kita miliki itu fokusnya di situ, diplomasi ekonomi, karena itulah yang sekarang yang sedang diperlukan oleh negara kita,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 09 Jan 2020 11:17 WIB

Author

Dian Kurniati

Kumpulkan Dubes, Jokowi Perintahkan Fokus ke Diplomasi Ekonomi

Presiden Joko Widodo mengikuti peresmian pembukaan rapat kerja kepala perwakilan RI di halaman Istana Merdeka, Kamis (9/1). (Antara/Adityawarman)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo memerintahkan para duta besar berfokus pada diplomasi ekonomi, ketimbang perdamaian atau kedaulatan. Hal itu Jokowi katakan saat membuka rapat kerja perwakilan negara Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri.

Jokowi pun menyebut para duta besar tersebut sebagai duta investasi dan duta ekspor, karena bertugas mencari investor sekaligus membuka pasar baru untuk produk-produk Indonesia.


"Kita tahu bahwa situasi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian. Ekonominya tidak pasti, politiknya juga semakin tidak pasti. Saya ingin kita semuanya fokus kepada diplomasi ekonomi. Saya ingin 70-80 persen apa yang kita miliki itu fokusnya di situ, diplomasi ekonomi, karena itulah yang sekarang yang sedang diperlukan oleh negara kita," kata Jokowi di Istana Negara, Kamis (09/01/2020).

Jokowi mengatakan, duta besar juga wajib memahami sektor yang harus menjadi prioritas investasi di Indonesia, seperti pabrik untuk memproduksi produk substitusi impor dan energi. Jokowi mencontohkan, para duta besar harus mendatangkan banyak investor di bidang petrokimia ke dalam negeri, karena Indonesia masih mengimpor 85 persen dari total kebutuhan.
Sementara di bidang energi, investor tersebut harus bisa mengolah produknya menjadi barang jadi atau setengah jadi. Misalnya pada batubara, kata Jokowi, Indonesia membutuhkan investor yang memiliki teknologi untuk mengubah batubara menjadi Dimethyl Ether (DME), yang kemudian dijadikan elpiji. Jokowi berkata, investasi juga bisa berupa pengolahan minyak kelapa sawit menjadi B50 atau B100.

Selain itu, Jokowi juga ingin para duta besar memperbesar pasar ekspor produk Indonesia ke negara-negara baru, seperti Afrika dan Asia Tengah, ketimbang mengandalkan Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Cina. Menurut Jokowi, ada banyak negara berkembang dengan pertumbuhan 5 persen yang cocok sebagai pasar produk Indonesia, termasuk usaha kecil dan menengah. Meski pasar itu berskala kecil, kata Jokowi, nilainya akan menjadi besar jika dikumpulkan dengan banyak negara lainnya. 


Editor: Rony Sitanggang

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aktivitas Perekonomian Jakarta Lumpuh Akibat Banjir

Kabar Baru Jam 15