Akses Transportasi Ditutup karena Wabah Virus Corona, 98 Mahasiswa Tertahan di Wuhan

"Soalnya kan ini bukan wilayah kebijakan Indonesia, tapi ini kan kebijakan dari pemerintah daerah Wuhan untuk menutup,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 27 Jan 2020 11:08 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Akses Transportasi Ditutup karena Wabah Virus Corona, 98 Mahasiswa Tertahan di Wuhan

Staf medis merawat pasien virus corona di RS Zhongnan Universitas Wuhan, Cina, Rabu (22/01). (Antara)

KBR, Jakarta-   Sebanyak 98 mahasiswa asal Indonesia masih tertahan di Kota Wuhan, Tiongkok. Mereka belum bisa kembali ke tanah air karena akses transportasi keluar-masuk kota tersebut ditutup sejak 23 Januari lalu, imbas merebaknya virus Corona.

Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) Wuhan, Nur Musyafak, mengatakan,  KBRI setempat masih mengupayakan agar 90-an mahasiswa tersebut bisa segera meninggalkan Wuhan, mengikuti jejak 100-an mahasiswa yang sudah lebih dulu meninggalkan kota tersebut dan kembali ke Indonesia.

Kata dia, KBRI masih berkoordinasi dengan otoritas pemerintah setempat untuk mencarikan kendaraan yang bisa membawa mahasiswa keluar dari Wuhan.

"Semuanya diimbau untuk pulanglah mas kalau oleh orang tua. Setelah diimbau pulang dari orang tua, saya sebagai ketua kan sudah menyampaikan kepada KBRI, kepada Kemenlu. Nah KBRI dan Kemenlu sudah berusaha untuk membawa kita keluar dari Wuhan, cuman ya butuh proses, Mas. Soalnya kan ini bukan wilayah kebijakan Indonesia, tapi ini kan kebijakan dari pemerintah daerah Wuhan untuk menutup," kata Nur kepada KBR melalui sambungan telepon, Minggu (26/1/2020).

Ketua PPIT Wuhan, Nur Musyafak, menambahkan, kondisi di Wuhan masih cukup aman untuk ditempati. Beberapa supermarket juga masih beroperasi. Nur mengatakan, mahasiswa asal Indonesia yang berada di sana dalam keadaan sehat.  KBRI juga terus memasok kebutuhan logistik mahasiswa yang sekarang ini tinggal di asrama.

Otoritas setempat terus mengimbau agar semua penduduk Wuhan menggunakan masker dan tidak menggunakan skuter listrik untuk berpergian. Semua moda transportasi umum di sana tidak beroperasi, jadi harus menggunakan mobil pribadi jika hendak pergi ke suatu tempat.

"Pemerintah sana dan KBRI mengimbau untuk menjaga kesehatan, memakai masker, dan ada edukasi mengenai virus ini," ujarnya.

Virus Corona mulai muncul pada akhir Desember lalu. Hingga kini, sedikitnya 56 orang meninggal akibat terpapar virus yang mirip dengan SARS itu. Saat ini, kampus-kampus di Kota Wuhan tengah libur musim dingin. 

Penyebaran Virus

Virus corona yang pertama kali dilaporkan muncul di Kota Wuhan, China, pada Desember 2019, kini sudah masuk ke wilayah Amerika Serikat (AS).

"Seorang pelancong asal China yang berada di Kota Seattle, AS, terdiagnosis virus Corona," kata juru bicara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, seperti dikutip Antara dari Reuters, Selasa (21/1/2020).

Reuters juga memberitakan bahwa seorang perempuan usia 50 tahun di Taiwan positif terinfeksi virus Corona setelah ia mengunjungi Kota Wuhan (21/1/2020).

Karena muncul di Kota Wuhan, China, virus itu kerap dilabeli virus Corona Wuhan.

Dalam sebulan belakangan virus Corona Wuhan sudah muncul di sejumlah negara, di antaranya:

  • Cina
  • Jepang
  • Korea Selatan
  • Thailand
  • Amerika Selatan

Belum Ada Obatnya

Dunia belum punya obat untuk melawan virus Corona Wuhan yang mirip dengan virus Corona SARS. Sampai sekarang WHO masih meneliti virus tersebut.

"WHO bekerja dengan jaringan peneliti dan pakar untuk mengoordinasikan pengawasan global, epidemiologi (studi penyakit), diagnostik, perawatan, serta cara-cara untuk mengidentifikasi penyakit dan membatasi penularan selanjutnya," jelas WHO dalam laporannya, Senin (20/1/2020).

Menurut laporan kasus yang diterima WHO, kondisi kritis yang dialami orang-orang terinfeksi virus Corona Wuhan meliputi:

  • Sesak napas
  • Napas cepat, lebih dari 30 kali napas per menit (normalnya 12-20 napas per menit)
  • Kekurangan oksigen
  • Gagal napas (gagal menyerap oksigen, gagal mengeluarkan karbondioksida dari tubuh)
  • Infeksi darah atau septic shock

Berbagai kondisi tadi bisa mengakibatkan organ vital seperti jantung, paru-paru, dan otak gagal berfungsi, hingga dapat menyebabkan kematian.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi