Bagikan:

Dugaan Mahar Politik, Besok Bawaslu Periksa La Nyalla

Selain di Jawa Timur, dugaan adanya mahar politik juga terungkap di wilayah Cirebon, Jawa Barat serta Kalimantan Tengah.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 14 Jan 2018 17:56 WIB

Dugaan Mahar Politik, Besok Bawaslu Periksa La Nyalla

Ilustrasi. Foto: depok.go.id

KBR, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua Kadin Jawa Timur, La Nyalla Matalitti, besok. Anggota Bawaslu Rahmat Bagja menuturkan, bekas Ketua PSSI itu akan diperiksa mengenai adanya dugaan mahar politik.

Sementara itu mengenai rencana pemanggilan terhadap pemimpin partai politik yang ditengarai meminta mahar kepada bakal calon yang maju di pemilihan kepala daerah, akan dipertimbangkan setelah pemeriksaan tersebut.

"Kami sudah melayangkan surat agar yang bersangkutan hadir pada hari Senin. (Soal memanggil pemimpin parpol) tergantung pada hasil pemeriksaan. Kami juga akan menelusuri indikasi adanya mahar politik itu. Apakah sudah terjadi deliver uang? Kepada yang minta," ujarnya ketika dihubungi KBR melalui sambungan telepon, Minggu (14/1).

Ia melanjutkan, pemanggilan ini terkait pengakuan La Nyalla kepada media soal permintaan uang sebesar Rp 40 miliar rupiah oleh Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, untuk diusung Gerindra sebagai calon gubernur Jawa Timur. Uang itu untuk biaya pembayaran saksi di tempat pemungutan suara.

Terjadi di Wilayah Lain

Selain di Jawa Timur, dugaan adanya mahar politik juga terungkap di wilayah Cirebon, Jawa Barat serta Kalimantan Tengah.

"Setelah diungkap oleh Pak La Nyalla, indikasi serupa juga terungkap di Cirebon dan Kalimantan Tengah," ujar Anggota Badan Pengawas Pemilu Rahmat Bagja.

Adapun pihak yang mengaku tersangkut dugaan mahar politik di Cirebon adalah pasangan Brigjen (Pol) Siswandi-Euis Fetty Fatayati. Sementara pihak yang mengaku tersangkut dugaan mahar politik di Kalteng adalah pasangan Jhon Krisli-Maryono.

Sama seperti yang terjadi di Jawa Timur, Bawaslu setempat akan melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait.

Editor: Sasmito

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Mendorong Vaksinasi Booster untuk Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

Most Popular / Trending