PT Semen Indonesia: Survei Tim KLHS Jauh dari Area Tambang Kami

PT Semen Indonesia mengklaim tidak melakukan penambangan di area seperti gua basah atau pun sumber air tanah.

BERITA | NASIONAL

Senin, 16 Jan 2017 10:14 WIB

Author

Yudi Rachman

PT Semen Indonesia: Survei Tim KLHS Jauh dari Area Tambang Kami

Pabrik PT Semen Indonesia di Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - PT Semen Indonesia membantah ada wilayah penambangan miliknya yang berada di area Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Hal itu terkait dengan area observasi tim dalam penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang melakukan observasi di Gua Nglekir, Desa Jurangjero, Bogorejo, Kabupaten Blora.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia, Agung Wiharko mengatakan wilayah yang dijadikan lokasi observasi tim penyusun KLHS itu berjarak lebih dari 1 kilometer dari area tambang milik PT Semen Indonesia.

Agung mengklaim PT Semen Indonesia tidak melakukan penambangan di area seperti gua basah atau pun sumber air tanah.

"Bagaimana ada perbedaan? Wong kami tidak masuk wilayah Bogorejo, Blora. Sama (Goa) Wiyu jaraknya 1,5 kilometer dari lokasi tambang kami. Di Blora kami tidak ada, makanya kita harus duduk untuk lebih ini. Kami ini, pertama harus lihat Undang-undang dulu. Undang-undang mengatakan daerah yang ada gua basah, yang itu merupakan gua yang harus dilindungi atau air tanah itu, tidak boleh dilakukan aktivitas penambangan minimal 200 meter," kata Agung Wiharko kepada KBR, Minggu (15/1/2017).

Baca juga:


Pihaknya juga membantah melakukan penambangan di Goa Wiyu. Kata Agung pihaknya tidak melakukan penambangan di Goa Wiyu seperti yang pernah dipermasalahkan.

"Jauh, dengan Goa Wiyu yang dulu dipermasalahkan itu. Saya sudah bilang, Goa Wiyu yang ada di beberapa koordinat yang ditulis beberapa media itu salah. Bukan itu, kalau Goa Wiyu yang sebenarnya kami sudah ada di peta kami, di AMDAL kami, jaraknya 1,5 kilometer dari lokasi penambangan kami," kata Agung.

Agung Wiharko menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil kajian yang sedang disusun tim KLHS. Tim KLHS merupakan tim gabungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jawa Tengah dan BLH Kabupaten Rembang.

Mengenai adanya perbedaan antara hasil observasi awal dengan AMDAL yang sudah dikantongi oleh PT Semen Indonesia, Agung menyatakan, kemungkinan ada perbedaan antara KLHS yang sedang dijalankan dengan KLHS yang diinginkan oleh Presiden Joko Widodo.

"Kalau begitu, itu beda lagi. Yang saya pahami KLHS yang ditugaskan pak Presiden. Mestinya tidak ada hubungan dengan AMDAL-nya Semen Indonesia," jelasnya.

Kontributor KBR Noni Arni sempat mengikuti observasi penyusunan KLHS di Goa Nglekir, Desa Jurangjero Bogorejo yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Blora.

Tim yang diketuai Bowo Suryono itu melakukan observasi di Gua Nglekir yang berjarak sekitar satu jam dari Tegaldowo dengan medan perbukitan berbatu dan hamparan perkebunan jagung. Di gua ini tim yang beranggotakan delapan orang melakukan pemetaan gua dengan mengidentifikasi pengukuran luasan, kedalaman, arah lorong hingga keberadaan ekosistem di gua tersebut.

Baca juga:


Dengan didampingi sembilan warga setempat, Tim III KLHS yang beranggotakan delapan orang itu melakukan pemetaan goa dengan mengidentifikasi pengukuran luasan, kedalaman, arah lorong hingga keberadaan ekosistem di goa sepanjang sekitar 150 meter tersebut.

Tim III berada di dalam goa selama kurang lebih 1,5 jam. Goa ini termasuk kategori pendek dengan lorong menyempit dan memiliki dua kolam dengan kedalaman sekitar dua meter. Muara goa menyempit dan hanya memiliki satu akses keluar masuk.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN