Bagikan:

Apa Kabar Proyek Donald Trump di Indonesia?

Meski dua proyek di Indonesia belum dimulai, Donald Trump telah menerima bayaran sekitar 1 juta dolar AS hingga 5 juta dolar AS (antara Rp13 miliar hingga Rp66 miliar) per tahun.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 14 Jan 2017 10:00 WIB

Author

Agus Lukman

Apa Kabar Proyek Donald Trump di Indonesia?

Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye. (Foto: ANTARA/Reuters)

KBR - Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump rupanya masih mengincar Indonesia sebagai salah satu kawasan pengembangan bisnisnya.

Kemenangan Donald Trump dalam pemilu presiden Amerika Serikat tahun lalu memang membuat Trump memutuskan menutup Trump Foundation, lembaga pengumpul dana yang kontroversial. Trump juga menunda sejumlah proposal pembangunan proyek, seperti proyek Trump Office di Buenos Aires (Argentina), proyek Trump Towers Rio dan Trump Hotel di Rio de Janeiro (Brazil), Trump International Hotel dan Tower Baku di Azerbaijan, Trump Tower Batumi di Georgia, hingga Trump Riverwalk di Pune (India).

Namun sejumlah proyek tetap dilanjutkan, seperti proyek Trump Tower Mumbai dan Trump Tower Gurgaon di India, proyek Trump Tower Punta del Este di Uruguay, Trump International Golf Club dan Trump World Golf Club di Dubai, serta Trump International Hotel & Tower di Vancouver Kanada.

Termasuk dua proyek di Indonesia bakal dilanjutkan. Setelah berencana mengelola dua resor di Jawa Barat dan Bali, melalui mitranya di Indonesia, Donald Trump berencana membangun bisnis seperti sirkuit balap motor hingga theme park seperti Disneyland.

Laporan penelsuran New York Times menyebutkan mitra di Indonesia salah satunya yang terlihat adalah Hary Tanoesoedibjo, CEO MNC Group.

Meski pembangunan dua resor di Indonesia belum mulai, namun merek Trump tetap sudah menambah tabungan kekayaan Trump. Menurut artikel yang ditulis New York Times, berdasarkan laporan keuangan perusahaan Trump, Donald Trump telah menerima pembayaran sekitar 1 juta dolar AS hingga 5 juta dolar AS (antara Rp13 miliar hingga Rp66 miliar) antara Januari 2015 hingga Mei 2016 untuk dua proyek yang belum dimulai itu.

Kerjasama proyek Trump dengan mitra di Indonesia menuai sorotan media di Amerika Serikat, karena dikhawatirkan menimbulkan potensi konflik kepentingan antara urusan kenegaraan dengan bisnis. Apalagi, menurut New York Times Times, Hary Tanoesoedibjo dikabarkan berambisi maju dalam pemilu presiden 2019 mendatang.

Media Bloomberg memberitakan Hari Tanoe kini tengah mengembangkan dua resor di Indonesia yang nantiakan dikelola oleh perusahaan milik Donald Trump. Hary Tanoe mengeluarkan dana sekitar 1 miliar dolar AS (sekitar Rp13 triliun) untuk pembangunan dua resor yang nanti akan menjual merek Trump.

Trump Hotel Collection akan mengelola lahan seluas 700 hektar di Lido, Jawa Barat. Lahan ini akan dibangun hotel, villa, kursus golf hingga arena country club. Bahkan, menurut New York Times, tidak cukup label bintang lima, hotel Trump di Lido bakal dilabel bintang enam.

Hubungan bisnis Hary Tanoe dengan Trump juga makin erat, dengan kabar akan ada pengembangan bisnis bersama mereka di Indonesia. New York Times memberitakan, melalui hubungan bisnis dengan Hary Tanoe, Trump menjalin akses komunikasi dengan politisi papan atas di Indonesia yang kini menjabat pimpinan DPR, yaitu Setya Novanto (Ketua Umum Partai Golkar) dan Fadli Zon (politisi Partai Gerindra).

Bloomberg memberitakan untuk menambah nilai investasi di lahan seluas 3,000 hektar di kawasan Lido, MNC Grop berencana membangun kawasan pelatihan balap MotoGP yang kemudian akan dilanjutkan ke Formula 1.

"Kami bermitra---kami bahkan bisa datang bertemu mereka kapan saja untuk berdiskusi soal bisnis," kata Hary Tanoe yang berhubungan erat dengan anak Trump, Don Jr dan Eric, sebagaimana wawancara Hary Tanoe dengan Bloomberg.

Kawasan resor di Lido ini bakal terdiri dari satu hotel, 300-an villa, country club dan arena lapangan golf 18 lubang yang akan diasuh bekas pegolf nomor satu dunia asal Afrika Selatan, Theodore Ernest 'Ernie' Els. Semua bisnis itu akan membawa merek global Trump.

Media ABC memberitakan saat ini pembangunan hotel maupun villa belum dimulai, namun untuk lapangan golf sudah selesai dan sedang dimulai penanaman rumput. Dikabarkan seluruh proyek selesai dibangun selamaperiode pertama Trump menjabat Presiden Amerika Serikat.

Selain di Lido, Hary Tanoe juga menggandeng Trump Hotel untuk mengelola resornya yang lain seluas 100 hektar di sekitar Tanah Lot, Bali. Di sini juga ada hotel, vila dan arena country club. New York Times menyebut resor di Bali bakal menjadi resor terbesar di pulau itu.

Pada Desember lalu, Donald Trump melalui Twitternya mengatakan ia tidak akan membuat kesepakatan bisnis baru selama menjadi presiden. Trump juga sudah berkoar tidak akan mengambil gaji sebagai presiden sebesar 400 ribu dolar AS (sekitar Rp5,3 miliar) per tahun. Urusan bisnis akan diserahkan pada dua anaknya yang sudah dewasa, tulis New York Times. Trump akan resmi dilantik pada 20 Januari 2017. (New York Times/Bloomberg/ABC/NPR) 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Inhalasi Hidrogen dan Dampak Kesehatannya

Menyoal Kekhawatiran Komersialisasi Pendidikan

Pengesahan RUU PDP dan Perkara Pembatasan Pertalite

KPK Tetapkan Hakim Agung MA Tersangka Suap

Kabar Baru Jam 20

Most Popular / Trending