Bagikan:

4 Awak KRI Sebulan Hilang, TNI AL Kerahkan 4 Kapal dan 2 Heli

"Sampai hari ini masih tetap dalam pencarian dan tanda-tanda maupun bukti hilang dimana pun belum mempunyai petunjuk yang jelas,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 17 Jan 2017 22:11 WIB

Author

Zulkifli

4 Awak KRI Sebulan Hilang, TNI AL Kerahkan 4 Kapal dan 2 Heli

Kapal berbeda Filipina Nurhana yang dinaiki 4 anggota TNI AL yang lebih sebulan menghilang. (Foto: KBR/Zulkifli M.)


"Sampai hari ini masih tetap dalam pencarian dan tanda-tanda maupun
bukti hilang dimana pun belum mempunyai petunjuk yang jelas," ujar
Penjabat Sementara Kepala Dinas Penerangan Lantamal VIII Manado, Mayor
Laut Dedy Irawan di Manado, Selasa ( 17/01/2017).
 
Ia menyebutkan sudah sebulan pencaharian tidak ada titik terang dan tanda-tanda ditemukan keberadaan. Kata dia, biasanya   kalau kapal
tenggelam pasti ada benda milik prajurit yang terapung atau kalau
kapal terbakar pasti ada benda yang menunjukkan kapal mereka terbakar. 

Begitu juga dengan laporan warga tentang kapal terdampar kata Dedy Irawan   juga tidak ada. Dedy menyebut,  kapal nelayan Filipina yang  dinaiki empat prajurit tersebut dalam kondisi bahan bakar menipis saat hilang kontak.

Empat anggota TNI AL yang hilang adalah Letda Laut Faisal Dwi AR, Serda Mes Rizky Dwi Septianto, KLK Amo Dian Mahendra, KLD Isy Badnur
Rohim.  Mereka adalah prajurit di KRI Layang (LYG)-635 hilang kontak di perairan Talaud.

Kronologi 

Pada Selasa, 13 Desember 2016 sekitar pukul 16.30 WIT, KRI Layang-635
mendapat kontak secara visual kemudian dideteksi mengunakan radar navigasi JRC terdapat spot kontak radar pada jarak 5 NM (Nautical Mile) dengan kecepatan 8 knot haluan ke Utara. Kontak terus didekati sampai dengan jarak 2 NM hingga terlihat secara visual kontak tersebut adalah kapal Nelayan yang berbendera Filipina bernama FB Nurhana yang sedang melakukan pencurian ikan.

Sekitar pukul 17.15 WIT, sebelum melakukan pemeriksaan dan penangkapan terhadap kapal nelayan tersebut, sempat terjadi kontak senjata.
Kemudian kapal nelayan dengan 24 ABK  ditahan dalam keadaan tanpa muatan dan dokumen. 

Kapal tersebut kemudian digiring ke Lanal terdekat yakni Lanal Melonguane, Talaud. Dalam perjalanan ke Lanal Melonguane, empat prajurit tadi ditugaskan mengawal kapal nelayan Filipina atau pindah ke kapal nelayan Filipina. Sedangkan 21 ABK kapal nelayan Filipina dinaikkan ke KRI Layang.

Kemudian Rabu 14 Desember 2016 sekitar pukul 06.00 WITA, saat perjalanan dari perairan perbatasan Indonesia-Filipina menuju Lanal Melonguane saat kondisi cuaca yang buruk, empat prajurit dalam kapal nelayan FB Nurhana hilang kontak. KRI Layang sempat mencari ke lokasi awal penangkapan kapal nelayan Filipina tersebut tapi sudah tidak ditemukan. Akhirnya KRI Layang
melanjutkan perjalanan ke Bitung.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Inhalasi Hidrogen dan Dampak Kesehatannya

Menyoal Kekhawatiran Komersialisasi Pendidikan

Pengesahan RUU PDP dan Perkara Pembatasan Pertalite

KPK Tetapkan Hakim Agung MA Tersangka Suap

Kabar Baru Jam 20

Most Popular / Trending