covid-19

Soal Rombak Kabinet, Megawati Dikte Presiden Jokowi

Megawati seharusnya melakukan komunikasi tertutup untuk menyatakan aspirasinya mengenai perombakan Kabinet Kerja jilid II.

NASIONAL | BERITA

Minggu, 10 Jan 2016 20:27 WIB

Author

Yudi Rachman

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. (Antara)

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. (Antara)

KBR, Jakarta - Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menilai Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri telah mendikte Presiden Joko Widodo pada rapat kerja nasional PDIP di JCC Expo Kemayoran Jakarta Pusat. Dalam rakernas tersebut, Megawati mengkritik kinerja Menteri BUMN, Rini Soemarno di hadapan Presiden. Menurutnya, Megawati seharusnya melakukan komunikasi tertutup untuk menyatakan aspirasinya mengenai perombakan Kabinet Kerja jilid II.

"Kita prihatin bahwa Megawati selaku Ketua Umum PDIP mencoba mendikte Presiden. Itukan tidak elok, meskipun tidak menyebut secara langsung. Namun pesannya jelas kalau beliau minta ada penggantian Menteri BUMN. Dan itu jelas tidak etis dikemukakan di publik," jelas Syamsuddin Haris kepada KBR, Minggu (10/1/2016)

Selain itu, komentar Megawati soal kontrak karya beberapa perusahaan tambang asing di Indonesia juga dinilai tidak tepat. Menurut Syamsuddin, apa yang diucapkan Megawati akan berdampak blunder. Apalagi pada saat Megawati menjabat Presiden, sejumlah perusahaan milik negara dijual ke negara asing, seperti Indosat.

Sebelumnya, Megawati menyindir kinerja Menteri BUMN, Rino Soemarno dalam mengelola perusahaan-perusahaan milik negara. Menurut dia, BUMN saat ini hanya mengedepankan aspek bisnis tetapi tidak menjadi penyokong ekonomi nasional untuk meningkatkan kemakmuran rakyat.

"BUMN hanya diperlakukan seperti korporasi swasta yang hanya mengedepankan pendekatan bisnis semata atau yang sering didengungkan sebagai sebuah pendekatan bisnis to bisnis. Perlu diberikan perhatian khusus guna meluruskan politik ekonomi BUMN melalui sebuah perubahan UU BUMN ini. Saya yakin, jika BUMN dikelola dengan baik akan memberikan kontribusi optimal kepada pembangunan negara," kata Mega.

  
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7