Polisi Sanggah Penjagaan Ketat di Bandung Terkait Ledakan

Pengetatan bagian dari operasi rutin.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 02 Jan 2016 20:06 WIB

Author

Arie Nugraha

Polisi Sanggah Penjagaan Ketat di Bandung Terkait Ledakan

Ilustrasi (Foto: Antara)

KBR, Bandung- Kepolisian Kota Bandung menyanggah diberlakukannya penjagaan ketat dengan menggunakan senjata api laras panjang jenis SS-1 di lebih 6O kantor dan pos pengamanan selama Operasi Lilin Lodaya, terkait ledakan yang berasal dari benda yang diduga bom.

Menurut Kepala Bagian Operasional Kepolisian Kota Bandung, Mohammad Joni, penjagaan ketat itu sebenarnya telah berlangsung sebelum hari raya Natal dan perayaan pergantian tahun.

"Oh tidak, sebelum itu sudah kita siapkan sebelum terjadinya ledakan diduga bom itu, sudah kita siapkan. Dari hasil intelejen kita, kan ada beberapa indikasi akan ada penyerangan dari ISIS maupun teroris terhadap seluruh markas komando pemerintahan, baik itu TNI Polri atau pun aparat pemerintahan yang lain. Sehingga sudah kita himbau ke seluruh jajaran untuk melakukan kewaspadaan, kesiapsiagaan dalam rangka pengamanan itu," ujarnya kepada KBR, Sabtu (2/1).

Mohammad Joni menegaskan, dengan adanya penjagaan ketat ini disebutkan keamanan kota
yang dipimpin oleh Ridwan Kamil tersebut, berstatus siaga satu.

Berdasarkan perintah dari Markas Besar Kepolisian RI lalu, seluruh kantor dan anggota polisi di tanah air, diharuskan bersiaga terkait adanya informasi keberadaan sebuah kelompok yang melatih anggotanya, guna membunuh dan menyerang anggota polisi di saat mereka lengah ketika bertugas. Tak hanya itu, sasaran lainnya adalah markas dan anggota tentara.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Koalisi Gemuk Pemerintah Dinilai Ancam Demokrasi