Share This

[Advertorial] Produksi Alat Kesehatan Dalam Negeri Meningkat

Peningkatan produksi alat kesehatan ini dinilai penting untuk diketahui oleh masyarakat Indonesia sebagai media Informasi, edukasi, dan promosi kesehatan kepada masyarakat

KABAR BISNIS , KABAR BISNIS

Kamis, 08 Nov 2018 16:49 WIB

Produksi alat kesehatan dalam negeri terus meningkat sejak 2015 sampai tahun ini. Tahun ini sebanyak 328 jenis alat kesehatan yang mampu diproduksi di dalam negeri.

Peningkatan produksi alat kesehatan itu diiringi dengan bertambanya jumlah industri alat kesehatan di Tanah Air. Sejak 2015 hingga tahun ini industri alat kesehatan dalam negeri tumbuh sebesar 35,23% atau sebanyak 68 industri, dari yang sebelumnya pada 2015 terdapat 193 industri meningkat menjadi 261 industri di tahun ini.

Dengan peningkatan tersebut, industri alat kesehatan dalam negeri saat ini telah mampu memenuhi lebih kurang 69,44% standar fasilitas alat kesehatan di Rumah Sakit Kelas D, dan memenuhi sekitar 50% standar fasilitas alat kesehatan di Rumah Sakit Kelas A. Saat ini jumlah alat kesehatan dalam negeri yang telah memiliki izin untuk beredar sebanyak 4.526 produk.

Demikian juga sarana produksi kefarmasian yakni industri farmasi, obat tradisional, kosmetik, dan ekstrak bahan alam yang telah mengalami pertumbuhan jumlah sarana produksi dan nilai investasi. Industri farmasi dalam kurun 2 tahun saja telah tumbuh sebanyak 14 sarana baru. 

Peningkatan produksi alat kesehatan ini dinilai penting untuk diketahui oleh masyarakat Indonesia sebagai media Informasi, edukasi, dan promosi kesehatan kepada masyarakat. Maka Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI gelar Pameran Pembangunan Kesehatan dan Produk Kesehatan dalam Negeri pada 8 -10 November 2018 di ICE BSD Tangerang Selatan.

Melalui pameran ini diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal, memahami, dan mau menggunakan alat kesehatan, obat, obat tradisional, kosmetik, Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT), dan ekstrak bahan alam yang telah mampu diproduksi di Indonesia. 

Pameran dimeriahkan oleh berbagai booth dari Kementerian Kesehatan maupun Kementerian dan Lembaga lain, instansi lain seperti Dinas Kesehatan Provinsi, Organisasi Profesi, Rumah Sakit, BUMN, serta berbagai asosiasi dengan memamerkan produk di antaranya adalah inovasi di bidang kesehatan serta berbagai layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Tema yang dipilih adalah “Menuju Indonesia Sehat dengan Produk Dalam Negeri.” Pada pameran ini akan ditampilkan produk Farmasi dan Alat Kesehatan yang telah mampu diproduksi di dalam negeri serta beberapa hasil inovasi riset di bidang Farmasi dan Alat kesehatan. 

Pameran digelar dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-54, dengan tema “Aku Cinta Sehat” dan sub-tema “Ayo Hidup Sehat Mulai dari Kita.” 

Tema tersebut sejalan dengan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), yaitu mengajak seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.