[Advertorial] Upaya Bangun Kesepahaman dalam Perbedaan dengan Pertukaran Pemuda RI - Korea

Sekalipun berbeda dari bahasa dan budaya, tetapi kita diikat dengan kesamaan kemanusiaan, dan kesamaan status sebagai pemuda, di mana pemuda sebagai agen perubahan

KABAR BISNIS

Kamis, 27 Jun 2019 14:31 WIB

Author

Paul M Nuh

[Advertorial] Upaya Bangun Kesepahaman dalam Perbedaan dengan Pertukaran Pemuda RI - Korea

Pemuda sebagai agen perubahan dituntut untuk memperluas wawasan dengan lingkungan sekitarnya. Sekalipun beda bahasa dan budaya, pemuda dituntut untuk saling mengenal karena fitrahnya sebagai mahluk sosial.

Menyambut para peserta Pertukaran Pemuda Indonesia Korea 2019 di Hotel Ambhara, Jakarta pada Rabu malam (26/6), Deputi Menpora Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan, 

“Semua manusia yang diciptakan, masing-masing memiliki kelebihan sebagaimana juga memiliki kekurangan, sepuluh hari bersama ini para pemuda akan saling belajar, Salah satu ciri pemuda adalah kemauan belajar yang kuat, berpikir terbuka di tengah realitas yang ada, serta senantiasa berpikir inovatif.”

Kegiatan Pertukaran Pemuda Indonesia Korea (PPIKor) atau Indonesia Korea Youth Exchange Program (IKYEP) merupakan kerjasama bilateral antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Korea melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dengan Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga Republik Korea. Kegiatan ini telah berlangsung selama 9 tahun yang bertujuan mempererat hubungan kedua negara, khususnya dalam bidang kepemudaan dan juga untuk meningkatkan kualitas dan wawasan pemuda kedua negara melalui rangkaian kegiatan di kedua negara.

Peserta kegiatan Pertukaran Pemuda antar Negara ini diikuti oleh 40 orang yang terdiri dari 20 orang pemuda Korea dan 20 orang pemuda Indonesia, semua peserta akan mengikuti pelaksanaan fase Indonesia pada 25 Juni s.d. 4 Juli 2019. Selanjutnya para peserta akan mengikuti kegiatan fase di Korea dari 5 Juli s.d. 14 Juli 2019. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - KABAR BISNIS

Most Popular / Trending

Jokowi Diminta Pilih Menteri yang Jujur dan Bersih

Kolaborasi Warga Lokal dan Kecerdasan Buatan Tuk Jaga Hutan

Kolaborasi Warga Lokal dan Kecerdasan Buatan Tuk Jaga Hutan

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14