Share This

Gerakan Hijau Tanpa Asap

"Sekali layar terkembang pantang asap berulang."

KABAR BISNIS , BUMI KITA

Senin, 11 Apr 2016 14:37 WIB

Kegiatan Gerakan Tanpa Asap di Pekanbaru, Minggu (3/4/2016)

Green Radio Pekanbaru mendorong Pemerintah Provinsi Riau dengan Gerakan Hijau Riau Tanpa Asap. Gerakan tersebut diadakan di area car free day, Jl. Gajah Mada, Pekanbaru, Minggu (3/42016). Gerakan hijau ini dimulai dengan jalan santai, senam massal bersama Sahabat Green, mitra bisnis dan para narasumber.

Pada kegiatan tersebut, pemerintah provinsi diminta berkomitmen untuk menuntaskan persoalan kabut asap yang terjadi selama 18 tahun. Dihadapan Sahabat Green, Plt.Gubernur Propinsi Riau, Arsyad Juliandi Rahman berikrar untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, serta mengingatkan banyak pihak untuk bersama-sama melakukan sesuatu agar kabut asap tidak terulang lagi.

Komitmen dilanjutkan dengan pembubuhkan tanda tangan banyak pihak pada spanduk yang bertuliskan "Sekali layar terkembang pantang asap berulang." Kegiatan tersebut dihadiri beberapa pejabat setempat, di antaranya Kepala BPBD Propinsi Riau, Said Saqlul Amri, Kepala BKSDA Propinsi Riau, Kemal Anas, P3E Regional Sumatera, Amra Fery, dan Konsulat Malaysia untuk Propinsi Riau, Datok Hardi Bin Hamdin. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.