Proud Project, Menggugah Lewat Beragam Kisah

"Para story hunter terjun ke jalan dan menemui orang-orang yang biasanya sendiri dan sedang istriahat, karena lebih mudah memulai ceritanya," tutur pendiri Proud Project, Trivet Sembel.

INTERMEZZO , BERITA

Jumat, 02 Nov 2018 18:51 WIB

Author

Yogi Ernes

Proud Project, Menggugah Lewat Beragam Kisah

Trivet Sembel jelaskan tentang Proud Project dalam program Ruang Publik KBR

KBR, Jakarta – Orang-orang yang sedang sendiri dan istirahat, biasanya jadi sasaran dari para story hunter--sebutan untuk pemburu cerita--dalam proyek sosial, Proud Project. Garapan anak-anak muda ini percaya bahwa setiap orang menyimpan kisahnya masing-masing. Jadi, cerita bukan saja digali dari para tokoh publik melainkan juga setiap perjumpaan dengan orang.

Pelbagai kisah dituturkan dalam unggahan media sosial mereka. Bukan hanya kisah suka, inspiratif tetapi juga kisah duka yang tiap-tiap bagian mampu menggerakkan orang lain. Proud Project, merupakan sebuah proyek sosial melalui media sosial berupa Instagram. Tujuan proyek ini, menyebarkan kisah-kisah positif dan inspiratif dari seluruh pelosok nusantara.

Pendiri Proud Project, Trivet Sembel menuturkan gagasan proyek ini berangkat dari kisahnya sendiri. Ketika itu Trivet masih menempuh pendidikan di Amerika. Kala itu, ia dihampiri oleh warga Amerika, yang masih menganggap orang Indonesia sebagai warga kelas dua atau second class citizen.

"Tapi dari situ saya menganggap masalah utamanya ada di orang Indonesia sendiri. Banyak orang kita yang tidak mau melawan batasnya, sehingga stigma negatif dari masyarakat negara lain selalu muncul," kenang Trivet saat berbincang di program Ruang Publik KBR. 

Kini, Proud Project sudah berjalan hampir dua tahun. Seiring berjalan waktu, Trivet menyadari jika kehadiran proyek sosial gagasannya itu tak bisa serta merta menghapuskan stigma orang Indonesia di hadapan warga negara lain. Karena itu, Proud Project kemudian bertekad mengubah dunia berawal dari lingkup kecil di lingkungan sekitar. Melalui kisah-kisah positif dan inspiratif, Trivet berangan bisa menciptakan perubahan ke arah positif.

Itu sebab, ia menuturkan, semua orang bisa menjadi narasumber di Proud Project. Mulai dari tukang parkir hingga public figur atau tokoh publik.

Trivet menceritakan, ada cerita tentang narasumber yang sadar akan kesalahan masa lalunya, hingga kisah Presenter Najwa Shihab yang mencoba 'berdamai' dengan dirinya sendiri dan lebih menghargai hidup ketika kehilangan anak keduanya. Semua kisah tersebut dinarasikan dengan apik melalui Proud Project.

"Salah satu pengalaman saya yang paling menyentuh selama menjalankan Proud Project adalah ketika di awal kami merintis ini, kami menerima sebuah pesan di Instagram dari stranger yang bilang, terima kasih (kepada kami) karena setelah membaca postingan-postingan di Proud Project, si stranger itu tidak jadi bunuh diri," ungkap Trivet.

Kejadian itu semakin meyakinkan Trivet, bahwa hal sederhana salah satunya melalui Proud Project ini juga mampu menggugah atau bahkan mengubah keputusan hidup seseorang.

Selayaknya proyek-proyek lain, menjalankan Proud Project juga dipenuhi tantangan. Salah satu tantangan terbesar yang kerap ia dan para story hunter--sebutan untuk jurnalis di Proud Project--hadapi adalah kesulitan menemukan narasumber yang sesuai. Problem lain, narasumber tidak bersedia kisah ataupun gambarnya dibagikan ke media sosial.

"Karena dalam mencari narasumber, para story hunter kami ini terjun ke jalan dan menemui orang-orang yang biasanya sendiri dan sedang istriahat, karena lebih mudah memulai ceritanya. Meski begitu, sering banget ditolak ketika ingin mewawancarai narasumber yang kami temui di jalan," tuturnya.

"Ada pula narasumber yang bersedia kisahnya dibagi, tapi tak mau jika fotonya di-publish di medsos. Maka, kami mengakalinya dengan mem-publish foto tangannya saja, atau bagian tubuh lainnya saja" tambah Trivet.

Tantangan tersebut tidak menghentikan Trivet dan tim Proud Project untuk terus mengabarkan kisah-kisah inspiratif ke publik. Menurut Trivet, kini Proud Project tengah menjajaki kemungkinan konten mereka dibagikan ke media sosial berbagi video, Youtube.

"Di Youtube nanti value besar kami tetap sama, yaitu menghadirkan toleransi. Kami berusaha mempertemukan pemuka agama dengan musisi metal misalnya untuk saling tukar pikiran bareng, main bareng, menciptakan toleransi," ungkap Trivet.

Bagi Anda yang tertarik menyimak kisah-kisah inspiratif besutan Proud Project, bisa berkunjung ke akun instagram @Proud.Project atau Facebook Proud Project.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERMEZZO

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia